Sebelum anda melanjutkan, saya rasa perlu digaris bawahi disini, bahwa cara bego kali ini, tidak mengupas masalah Hacker, melainkan HEKER™ yang ada di Indonesia. Anda tidak mengetahui Heker™? Googling sajah…
Untuk membedakan melalui ciri morfologi alias fisik, yang perlu diperhatikan adalah ciri-ciri berikut yaitu :
1. Bentuk badan : Heker™ pada umumnya kurus, atau gemuk. Susah dijumpai yang sedang-sedang saja.
2. Bentuk muka : Heker™ tidak ada yang seganteng Keanu Reeves, jadi bagi mereka yang nyari pacar Heker™ karena kebanyakan nonton The Metriks, bersiap-siaplah kecewa. Pada umumnya, muka Heker™ maksimal Standar.
3. Intiplah orang yang anda curigai sebagai Heker™ saat sedang mandi. Jika dari tubuhnya terdeteksi Ambeyen, maka kemungkinan besar orang tersebut adalah heker.
Nah… Permasalahan yang masih membuat bingung, adalah ketiga ciri-ciri utama diatas dimiliki juga oleh dua grup lain yaitu Seniman dan Otaku. Sama-sama kurus atau gemuk… Sama-sama muka standar… Sama-sama ambeyen… Adakah cara membedakannya? Ada dan mudah! Dengarkan saja lagu kamar mandi™nya, kemudian eleminasi. Untuk itu, kita masuk ke subtutorial, yaitu…:
CARA BEGO : MEMBEDAKAN HEKER, SENIMAN, DAN OTAKU
seorang seniman, biasanya :
a. Menyanyikan lagu bengawan solo saat “air mengalir sampai jauh, akhirnya ke… selokaaaa~n..”
b. Berpuisi mengenai “Dinginnya air pembasuh sabun. Hatiku kuatir mukaku manyun. Dinda… Oh Adinda… Adindaaaaaaaa~! Abang puuuuu~laaaang!”
c. Tetangga sebelah akan berkata : “Mak… Abang puu~lang tu mak…~”
Seorang otaku, biasanya :
a. Saat mandi berubah menjadi seniman. Dalam hal ini seniman lagu jepang.
b. Melatih kemampuan PUNnya, misalnya : “Watakushiwataku~YA KIMURA! Huahahahahahahahha!”
c. Sebelum mandi, jika dingin, kebanyakan akan mengatakan : “Yoossshhh..! Ikseeeeh…! Aru guriin, Hashin!” dan jika sudah akan mengatakan : “Ahhhh… Wagattaaaa…!”
d. Jika sedang Briding Sesion™ biasanya menyenandungkan : “Kimi ga irukara… Asuga arukara… Hitori kiri jai hitte yukenai kara… Konnani, (haaaaa..aaaa~) chikakumi kanji ru, SORE GA AI DESHOU~?.
Seorang heker, biasanya :
Tidak menyanyikan apa-apa. Maka jika dia ambeyen dan tidak menyanyi, kemungkinan besar dia HEKER™.
4. Jika tidak diperlukan, Heker™ akan cenderung diam. Ini dikarenakan kode etik yang dijunjung tinggi yaitu “Diam itu E-GOLD” (Emas ga jaman dink!).
Permasalahan yang ditemui disini, adalah bahwa ciri-ciri ini adalah SAMA dengan orang BISU! Untuk itu, kita kembali masuk ke subtutorial yaitu :
CARA BEGO : MEMBEDAKAN HEKER DAN ORANG BISU
Membedakannya sangat mudah. Usahakan dia berbicara sebentar saja. Paksa dia, atau apapun tehnik anda.
Jika orang itu adalah orang bisu : Maka dia akan berkata “aaahghh.. ugggg… aaaghhh! uggg..!” dan anda tidak mengerti apa yang dia katakan.
Jika orang itu adalah Heker™ : Maka dia akan berkata masalah “Injekan, Nginjek, Ngeroot, Ngebind”, dan beberapa kosakata lainnya sehingga anda semakin tidak mengerti yang dia katakan.
3. Anggapan orang yang dipengaruhi kebanyakan film yang mendeskripsikan Heker™ sebagai orang yang pendiam, berkacamata, lambut lepek, tidak berani alias malu-malu jika berbicara adalah salah! Heker™ butuh melakukan Social Engineering atau bahasa lainnya Nipu orang.
Jika melihat ciri tersebut, Muncul pertanyaan : “Kalau begitu Roy™ termasuk Heker™ dong?”
Pendapat ini terlalu dini untuk diutarakan. Kita tidak bisa memisahkan ordo-ordo, spesies-spesies, family-family, dan lain sebagainya, tanpa melihat seluruh ciri yang ada. Untuk itu, say telah mengambil sampel dari 20 orang teman kantor, pria dan wanita, untuk mengetahui hal tersebut. Pertanyaan dalam sampel tersebut adalah :
“Gantengkah Roy™?”
19 orang menjawab YA dan satu orang mengatakan : “Itu semua tergantung dari sudut pandang seseorang…” dan diakhir lembar kertas tersebut, ada tulisan : “Bagi saya sich… YA.”
Ditilik dari ciri nomor dua, maka dengan ini bisa diambil kesimpulan bahwa Roy™ tidak termasuk Heker™.









