Posted by: Black_Claw | January 22, 2007

IGOS Theme : Debat Kusir Satu Arah

debatkusirsatuarah

Dari majalah Tempo edisi tahun baru (kalo ga salah) dengan pengubahan seperlu-perlunya)
Tempo : Apa latar belakang nota kesepahaman itu?
Sofyan Djalil : Kami ingin melindungi hak kekayaan intelektual, sebagai syarat tumbuhnya masyarakat industri, yaitu terjaminnya hak cipta. Eropa maju karena itu. Penulis buku dilindungi hak ciptanya, sehingga orang terpacu untuk menulis buku dan menciptakan teknologi.
Gue : Adooohhh pak mentri… Kalo gitu jadinya orang kerjaannya ngumbar teori doang ga pernah prakteklaah.. Semuanya jadi penulis buku to ga nyiptain tehnologi. Legian eropa juga ngebajak tehnologi dari negara laen khan??? Daridolo kita ini bukan masyarakat industri. Ga sesuai itu. kita ini negara agraris, masyarakat Petani! Petani garap sawah pake apa coba… cangkul dan BAJAK!!!

Tempo : Kaitannya dengan nota kesepahaman Microsoft?
Sofyan Djalil : Pemerintah ingin orang jangan seenaknya membajak. Kalo komputer pemerintah sendiri bajakan, bagaimana menegakkan hak kekayaan intelektual? Caranya tiga : Pake open source, Pake freeware lain, atau membeli Lisensi Microsoft. Kalau membeli satu, mahal. Karena itu dibuat massal, agar dapat diskon besar, bisa diatas 80 persen. Sebelum itu, badan pusat statistik akan menyensus berapa yang ilegal, legal, atau ada yang memakai lisensi lain.
Gue : Wadooohh.. Kalo orang indonesia ga boleh seenaknya ngebajak, sama aja dengan ga ngikutin kata hati sebagai masyarakat petani dong! Sebenarnya ada satu lagi cara, yaitu LEGALKAN SAJA PEMBAJAKAN. Manusia Indonesia itu pintar dari membajak, sudah rahasia umum. Misalkan untuk belajar sesuatu kita harus beli software, mahal lagi, ga mungkin pelajaran bisa masuk cuma gara-gara kepikiran uang yang kepake tadi terus.
Beli lisensi software hanya berhasil di negara-negara dengan pendapatan perkapita yang tinggi. Sebab utamanya lagi, Indonesia virus-virus lokalnya kejam abiss! Capek ntar mbak-mbak yang ngelayanin proses reaktivasi ulang windows yang diinstal ulang abis diantam ma brontok! Kalo pake telkomnet instan aktivasinya ngadat. mending telepon langsung.

Tempo : Kenapa cuma Microsoft?
Sofyan Djalil : Nanti akan kami buatkan juga nota kesepahaman dengan vendor lain, kalau ada.
Gue : Walah… tambah abis uang negara pak… mendingan sekolahin saya aja. Ntar kalo lulus saya bersedia terikat mati ama negara buat bikin Windonesia (Windows ala indonesia, bahkan perintah batchnya ga perlu pake Echo lagi, tapi pake “Gema”)

Tempo : Bukankah pemerintah sudah meluncurkan IGOS?
Sofyan Djalil : Kami ingin lebih cepat. IGOS itu jalan ditempat. Saya tantang Pak Koesmayanto Kadiman (Mentri Negara Riset dan Teknologi) untuk migrasi ke IGOS. Semakin banyak open source, semakin sedikit kita bayar ke Microsoft.
Gue : Loh… Sepertinya, dari kata-kata bapak di kalimat terakhir, bapak cenderung mengatakan secara tidak langsung bahwa IGOS harus lebih dahulu ketimbang saat kita bayar Microsoft. kok kayaknya tabrakan ma statement kalimat jalan di Tempat? Legian pak, gimana ga jalan ditempat, bapak ngelempar aja ke pak Koes mulu, ga bantu-bantu, join forum aja kaga, gimana ga jalan ditempat pak? KAKINYA KURANG SATU!

Tempo : Kenapa tidak fokus ke IGOS saja, duitnya untuk pengembangan itu?
Sofyan Djalil : Itu perlu waktu, Bos. Open source banyak kelemahan. Yang penting sekarang, Stop mencuri. Legal dulu. Jangan polisi menyita peranti bajakan, sementara komputer di kantornya pakai bajakan.
Gue : Maaf pak, bukannya lebih mudah bagi-bagiin ubuntu ke kantor polisi di seluruh Indonesia dengan gratis, trus gui-nya diubah pake windows? Beli CD rw ma CD bleng berapa sih? Legian bisa langsung pesan di situnya koq. Kalo perlu, saya siap masangin semua kantor polisi di Nusa Tenggara sekaligus ngajarin Bintara-bintara polisi ngetik pake Open office (yang dipastikan langsung bisa karna sama aja kayak make Microsoft Office). Cukup urusin surat dinas saya supaya saya ga dipecat ma kantor saya ma siapin motor satu buat keliling-keliling. Bensin saya tanggung sendiri! Lillahitaala! Motornya plat merah aja, biar bisa dibalikin kalo tugasnya dah selese, biar afdol buat pegawe yang laen.

Tempo : Terkesan anda condong ke Microsoft, sedangkan Koesmayanto ke IGOS…
Sofyan Djalil : Ha-ha-ha… Kalau IGOS jalan, lalu pasang target dua tahun lagi kita tinggalkan Microsoft, kenapa tidak? Kita ini dalam daftar hitam pembajakan terus. Kalo 20 persen saja yang ilegal bisa dikurangi, Bill Gates bakal bernyanyi untuk kita. Ini manfaatnya jauh lebih besar ketimbang pasang iklan gede-gede. Citra lebih penting bos.
Gue : Ha-ha-ha… (Ikutan Ketawa) kemudian datanglah investor-investor yang mengeruk keuntungan di negeri kita karena udah nggak ada uang lagi buat nambah tehnologi soalnya dipake buat bayar Microsoft. Legian Bill Gates dah tua.. Saya takut, pas nyanyi, beliau kesedak, bilang Indonesia Bagus, jadi kedengaran Indonesia Wedhus. Maklon lidah bule.

Tempo : Kabarnya perdebatannya alot di kabinet?
Sofyan Djalil : Semua mentri ekonomi terlibat. Kita berdebat lama. Itu biasa karena kami berpikir untuk negara. Pak Kadiman betul, tapi tak selamanya betul. Saya juga tak selamanya benar. Ini kan baru nota kesepahaman. Besok tidak teken kontrak pembelian tak apa-apa, tapi kita akan dicap sebagai bangsa pencuri terus.
Gue : Ada pepatah bilang, pak mentri, “Kalo ente ga suka ma sekitar ente, ubahlah!”, jika emang dah dicap jadi bangsa pencuri, no problem. Yang penting harus jadi pencuri keren, macam Lupan, Kaito Kid, atau yang laen. legian manusia itu emang dah dasarnya penghancur kok. Minjem istilahnya Antivirus terkenal dari sistem Operasi Matrix : “Kami tidak menemukan kesamaan antara manusia dengan mamalia. Mamalia menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya, sementara manusia membuat supaya habitatnya sesuai dengan isinya, menguras semuanya, dan setelah selesai, manusia pergi. Hanya satu yang memiliki kesamaan dengan manusia di dunia ini dan itu bukanlah Mamalia, melainkan VIRUS!”


Responses

  1. Ini yang bego siapa coba???

    Like

  2. Menarik..
    Saya sempat ikut asia source, dan ketemu dengan peak menristek. Ya, better open source lah. Kalo saya, mulai dari mozilla dulu😛

    Ithoy

    Like

  3. pembajakan bikin kita pinter
    bayangin, buku finence manajemen di Gramed harganya 300 rb
    di kwitang, harganya 43 rb

    Go Go IGOS…

    Like

  4. Memang itu yang sering bikin saya sakit hati..
    Buku kelewat mahal..
    Memang pendidikan hanya untuk orag kaya..
    coba dimurahin aja semua, yang beli banyak, yang bajak juga ga ada yang mau karna rugi toh?

    Like

  5. Wah bukan hanya buku,… biaya pendidikan di perguruan tinggi, tinggi pula,.. bagaimana orang indonesia mau maju,.. sementara ilmu tidak dapat,.. mau cari makan susah,.. apa lagi yang bisa diharapkan,.. makanya banyak anak2,mahasiswa yang terpaksa mengundurkan diri,… cari kerja demi sesuap nasi (nasibku…)

    haaaahh….
    soal bajak membajak ma udah tradisi, kagak usah diungkit2 lage,.. lagian kalo semua pc di indon di razia, pasti windownya bajakan semua…
    kalo ga dari bajakan saya nggak bakalan bisa ngisi ni comment,.. boro2 ngisi comment tau window aja mungkin nggak…eh window tu “jendela”

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: