Posted by: Black_Claw | September 25, 2007

Kisah Mesjid samping Cyber

Laki-laki itu duduk menyendiri di pojok. Menghindari lampu neon yang sudah menyala sejak petang. Terpekur dalam bayang tembok mesjid yang dibayangi gedung megah sekitarnya.
“Sendirian mas?” sapa seorang bapak yang tampaknya adalah pelanggan setia Mesjid itu. “Sedang memikirkan sesuatu, sepertinya?” Sambungnya.

Laki-laki tersebut mengangkat pandangannya yang sedari tadi memandang hampa ke lantai yang tertutup permadani lusuh, membebaskan kedua tangannya yang sedari tadi ditangkupkan menutupi bawah mukanya, kemudian tersenyum. “Iya pak.” Sebuah jawaban singkat meluncur keluar dari mulutnya yang baru saja dibasahi air keran untuk buka puasa.
Si bapak membalas dengan senyum. “Masalah kantor? Yah, namanya juga jakarta.” Pandangannya beralih ke tas kulit imitasi hitam disamping laki-laki tersebut. “Kerja di Cyber juga?” Tanyanya. “Tidak pak. Kebetulan sedang menunggu teman,” jawab laki-laki tersebut.
Bapak itu kemudian menyodorkan nampan yang berisi ayam panggang dan nasinya.
“Silahkan,” tawarnya. “Kami disini biasa buka bersama. Apalagi saya lihat tadi sampeyan cuman minum air keran untuk buka.”
Laki-laki itu tersenyum, menerima pemberian tersebut dan makan dengan lahap.
“Mikirin apa, sih? Kalau ramadhan ada yang susah tinggal ngadu ke Allah kan?” Sambung si bapak.
“Tidak pak. Mungkin memang masalah berat, apalagi yang menyangkut keluarga, tapi saya rasa bulan puasa ini Allah sedang kebanjiran order doa. Ada yang minta dapet duit, baju baru buat lebaran, jodoh, rumah, kendaraan, pekerjaan, dan masih banyak lagi. Permintaan yang mampu dan yang tidak sama saja. Setidaknya saya bisa mengurangi order permintaan dari mereka yang masih mampu untuk berbuat sesuatu agar yang tidak mampu berkurang satu saingannya. Allah memang maha perkasa dan order sedikit bukan masalah bagi-Nya, tapi saya lebih ke perasaan terhadap yang kurang mampu, jadi ada sedikit tepa selira. Yah, anggap saja tambahan zakat selain harta. toh mungkin saya rasa saya masih mampu untuk menangani masalah saya.”
Terdengar samar-samar suara handphone laki-laki itu. Iapun merogoh kantongnya, melihat ke layar benda kecil itu sesaat, dan berkata ;
“Wah pak, teman saya sudah nunggu di warung sate. Saya pamit dulu. Terimakasih, Assalamualaikum.”
Ia kemudian berdiri, berjalan ke arah pintu, diiringi ucapan “Waalaikumsalam” dari si bapak, yang telah duduk persis di tempat laki-laki tadi, memandang hampa ke lantai, dan menangkupkan kedua tangannya.


Responses

  1. sambil menatap langit maghrib yang semakin mengkelam, pria itu kemudian berujar sedih. Nanar matanya tak dapat ia sembuyikan lagi.
    sambil menghela nafas yang berat, kata demi kata akhirnya meluncur dari bibirnya yang beberapa saat yang lalu serasa kelu…

    mas, saya ini seorang seniman merantau ke sumbawa… sekarang saya kembali ke jakarta, datang dengan rasa untuk mengharap bahagia.. namun apa daya mas.. saat di perjalanan.. tiba-tiba raiblah uang 4 juta saya.. kasian deh gue ya mas!!!

    Like

  2. ANJROT BANGKEEEE!!!

    Like

  3. Bapak yang sedang memandang hampa itu tiba-tiba membalikan badan dan menarik kerah laki-laki tadi , “APAA? makan-makan di warung sate? balikin ayam panggang gue!”
    ** good post blek, ada ayamnyah **

    Like

  4. wagh bapak ke pengerten kuwi kang
    sak no tenan. mosok nganti buko nggo banyu keran to.

    Like

  5. ky…. jane ono opo tho…. yo… yo….

    Like

  6. busyet dah, ayam panggang dilanjut sate casmadi.:mrgreen:

    Like

  7. Oh.. anoder korban racun sate casmadi😀

    Like

  8. he…he…
    bapak penjaga musolla yang malang

    Like

  9. Aduhh,…. Ayamm, Sate, Soto, Panggang, Semur, Lontong…. Mantafffffff

    Like

  10. hmmm

    Like

  11. bukannya dia berujar sedih begini:
    dulu, saya punya persocon yang bisa memutar mp3, memutar film dan lain sebagainya. demi merantau ke jakarta, persocon tersebut saya ganti dengan persocon yg hanya bisa berbunyi mbeeekk….

    Like

  12. KAMU SAMA BUDI NGOMONGIN SAYA DI JOGJA RUPANYA HAH?!
    *bakar buku porno wicak*

    Like

  13. kapan ne,,, ke smkn 1 dompu lagi dah di tngg ma murid nya lo,,
    pak farhan, yang di ajarin kemarin cara aktifin GPRS dah berhasi lo,,,
    MAKACIH,,,, ya,,,,,,,,,,,
    tapi masih kurang rasanya belum kennyang ne,,,,
    yang lain lagi dong,,,,,,

    Like

  14. kali lagi makacih,,, makacih,,, atas bibingannya

    Like

  15. test

    Like

  16. Sungguh bapak penjaga Masjid yang malang… Tega2nya kau Blek…
    Hiks….

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: