Posted by: Black_Claw | May 30, 2008

Panwaslu, modal dikit dong…

Beberapa hari yang lalu, bupati Dompu datang berkunjung PAGI_PAGI_SEKALI ke kantor saya. Wah, tumben… Care banget neh, bapak satu ini melihat dan menyambangi para bawahannya, sudah gitu dia juga liat ruangan tempat saya suka molor di kantor dengan senyum manis dibawah kumis tipisnya… Tapi ternyata eh ternyata, sial eh sial, itu adalah mulainya invasi sebuah instansi yang membuat satu subdin saya sengsara…
Kedatangan ybs rupanya untuk memeriksa ruangan subdin saya untuk dipakek sama Panwaslu. Ruangan subdin saya, subdin usaha, akan ditekover oleh mereka dan kami disingkirkan dari ruangan kami ke tempat yang lebih nyaman (katanya).

Rupa-rupanya, digunakannya Kantor saya pada umumnya, dan ruangan subdin saya khususnya, dikaitkan dengan masalah strategis kantor saya yang bisa dilihat dari gambar :

cetak biru lokasi kantor

Jah, plis deh… Bukannya kalau untuk masalah strategis baiknya ngambil kantor Inkom sahaja. Toh mereka sudah siap armada kendaraan Informasinya, berikut TOA buat pengumuman, dan plis deh, KALAU MASALAH NDAK ADA RUANGAN, bukannya KANTOR SAYA JUGA NDAK ADA RUANGAN? Buktinya kami malah ditendang ke ruangan lain yang (katanya) lebih nyaman…

Saya rasa tidak ada yang senyaman ruangan subdin saya bagi kami, setidaknya buat saya sendiri. Coba anda lihat ruangan subdin saya dibawah.

cetak biru subdin usaha

Ruangan saya (yang SUDAH JADI RUMAH SAYA KARNA SAYA HOBI NGINAP DI KANTOR) adalah tempat terindah di dunia. Disebelahnya pohon pisang, jadi sinar matahari sedikit yang masuk dan sangat sesuai untuk habitat saya yang nokturnal. Ditambah sudah ada bale-bale dan tikar sehingga saya bisa kerja sambil leha-leha, dan siap tidur kapan saja tanpa ada yang lihat.

Coba lihat garis biru itu. Dengan mudah saya bisa ke WC kalau ada apa2. Subdin Usaha adalah satu2nya subdin disini yang dianugrahi toilet sendiri by default! Sama seperti ruangan kepala dinas.

Dan saya juga tidak perlu berliuk2 lama kalau mau ke ruang komputer. Lihat garis merahnya.
Sebetulnya saya ini sudah mengorbankan daerah kekuasaan saya lho. Coba anda lihat dimana lokasi “Kamar Penjaga Kantor” di cetak biru tersebut. Disana dulunya adalah ruang komputer, YANG MANA ADALAH DAERAH KEKUASAAN SAYA. Coba anda bayangkan daerah kekuasaan saya dulunya, sangat luas dan besaaaarrrr! Dan dengan mudah saya bisa melihat ke ruangan tengah, karna dinding pembatas dengan ruangan tengah dipasangi kaca super gede yang sekarang dipasangin triplek sama penjaga. Mungkin kaloklah dia lagi lope-lopean sama bininya nggak diliat orang kalik.
(ya iya sih, masak ya iya dong, secara anindiya kamaratih, masak anindiya kamaradong™)
Dan karna KERELAAN sayalah, maka dia bisa membuat ruangan itu sebagai kamarnya, dan komputer dipindahkan ke ruangan saya. Dan atas dasar ruangan saya berpotensi dijadikan tempat maksiat para pegawai nonton bokep (termasuk yang cewek! Hanjrit! “mas, mas, setelin yang ITU dong…” begitu saya sering disuruh.) dan sering terdengar lagu anime saat jam kantor, komputer juga pernah pindah ke ruang tengah sebelum akhirnya dipindahkan ke ruangan sekarang.

Cobak, apa yang kurang seh, dari pengabdian saya??? Toh komputer dipindah2 juga saya sudah rela. Dan yang ngurus pindah itu BUKAN SAYA.

Dan last but not leastlah… Itu garis hijau menunjukkan betapa mudahnya saya kalau sudah bosan duduk di yang keras-keras, bisa pindah ke sofa tamu yang empuk, jika ingin melanjutkan kerja atau tidur.

Sejauh ini, peta aktivitas tersebut juga biasa digunakan oleh para pegawai subdin saya yang lainnya, mengingat ruangan saya sudah di-opensource-kan. Siapa saja boleh menggunakannya.

Tapi lihat apa yang terjadi setelah masuknya panwaslu ke kantor saya???
Kami dipindahkan ke ruangan pertemuan, yang mana amat sangat panas sepanjang pagi dan petang karna full jendela dan jendelanya menghadap ke timur dan barat. Kalau matahari terbit silau, begitupun sore. Dan tidak ada sama sekali pohon yang menaungi, kecuali pohon pepaya yang masih bocah dan daunnya habis digerogoti kambing.
Ruang pertemuan itu di sekat pula dengan triplek agar ruangan pertemuan 50%nya masih bisa digunakan, sehingga HILANG PULA WIBAWA SUBDIN KAMI. Saat kepala subdin menerima tamu, aduhmakjang, nggak tauklah mo bilang apa saya.

Dan yang paling penting, MELCHIOR, soulmate saya, dipindahkan ke bangunan koperasi pegawai di ujung timur depan kantor saya, yang jaraknya sangat jauh dari “surga” kami yang baru. Cobak, bagaimana kerjaan bisa diselesekan dengan cepat? Mana karna koperasi pegawai sempit dan jarang ada tamu, saya harus berhimpitan dengan pegawe-pegawe bolos yang menggunakan ruangan itu untuk tanding catur dan remi melanjutkan acara Lomba 17 agustus sepanjang tahun, memperebutkan piala yang nggak ada bentuk nyatanya.

cetak biru kantor

Untuk Panwaslu, silahkan modal dikit, dan tahu malulah sedikit. Saya tahu dana bantuan hibah dari APBD I untuk keiatan Panwaslu sebesar 5 miliar, dan setelah dipotong untuk Panwaslu NTB sebesar 1 miliar lebih, masih tersisa hampir 4 miliar, jadi SILAHKAN BELI TENDA, DAN HEPI KEMPINGLAH KALIAN, entah di halaman depan kantor saya, atau lapangan dalam kantor saya. Dua tempat itu ndak pernah dipakek kok.


Responses

  1. Yes
    Pertamax……..

    itu namanya nasib blek….
    sudah trima saja

    Like

  2. gagal pertamax..

    he..he..menyedihkan..

    Like

  3. sogok aja blek bupati tercintahmu, niscaya daerah kekuasaanmu kan kembali lagi

    *kalem*

    Like

  4. ente pindah aja ke sape, black, di sini ada ruangan full ac, full music, full linux. sampe panwaslu punya modal bikin ruangan sendiri. btw kapan nih bisa nobar bokep ma kawan2 di dompu, wa kakakakakakkkkk!!!!

    Like

  5. Otenang, saya bawa byosoku 5 cm ke mataram deklarasi ini. hohohohohohoohoo…

    Like

  6. Malang nian nasibmu blek, kenapa kemaren ndak bawa kangkung dari Lombok?

    Ntar animenya transfer aja yah, gue udah bersihin USB disk, now 36 Gb FREE!

    Like

  7. demo doms om😛

    Like

  8. lhoo.. di negara dompu juga ada pemilu toh blek??
    saya malah curiga postingan ini cuma mau trekbek ke saya..

    Like

  9. Blek.. oi blek..
    Tautan permanentya kok “malu” bukan modal?
    At least signacur di kampung gajah. ^_^

    Like

  10. KOk Bisa… kunjungi http://www.lensantb.blogspot.com

    Like

  11. Lah, kan ente ndak pernah nerima trekbek pres. Kalau niyat seh mending saya bikinkan skrinsut ngehe-ngehe sama nindi sahaja gimana?

    Like

  12. wekekeke… postingan ini bener2 menunjukkan betapa memprihatinkannya sang penulis postingan… berbelit-belit amat. masih sukur anda ndak dipindahin ke emperan toko atau kolong jembatan!

    Like

  13. wedew, artinya jadwal molor nya terganggu nih!!!

    Like

  14. turut berduka cita *mengheningkan cipta*

    Like

  15. duh amit2..dah keluar aja deh….hmm..mnurut ramalan cocok jadi pengusaha aja ato tunggu th 2700 deh,ntar coba aq calonin jadi gubernur@dompu itu sih klo mo nunggu😛..wkwkwkwkwk

    Like

  16. […] Nada bicara si polisi sudah melupakan bahwa uang yang dia pakek maen pelacur asalnya dari potongan gaji saya. Memangnya setiap saya dapet uang saya pelototin, kasih nama, elus-elus, sampek tahu pasti asalnya dari mana?! Kurang kerjaan banget, wong nggak gitu saja kerjaan sudah seubrek… Kalau saya ada waktu buat melototin uang mending saya nglurusin masalah Voip kemaren atau merencanakan kegiatan asinan terhadap panwaslu yang seenaknya nTekoper ruangan subdin saya. […]

    Like

  17. ne dia nech
    bang mang panwaslux bayar kantor abang brapa
    n upload aje tu+umumin klo panwaslu dsono tuh g modal
    skalian melanggar ham
    wkakakaaaaaaaaakaaakkaaaak

    Like

  18. Mungkin kantor saya yang dapet, tapi saya sebatang rokok saja ndak dapet.😀

    Like

  19. sabar bang blek yach udah nasib luu dpt yg jelek-jelek
    abis capa curuh buat nama black_ jadi kan klo yg jelek nempel trus tuh

    ada inisiatip buat gnti nama g??????

    wkaaakaaa
    whaaaaahaaaa

    Like

  20. ne coment ko kagak pernah di sambangin seh bang blek
    ntar fansnya pada ngambek loooooooooo

    kapan ke lombok
    lagi

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: