Posted by: Black_Claw | October 19, 2010

Sakura Kuning

Dulu, saya tidak habis pikir dengan rencana pemerintah kota Mataram menanam pohon Sakura a.k.a Cherry Blossom (Prunus serrulata) di sepanjang jalan Udayana yang merupakan jalur akses utama ke bandara Selaparang. Betapa tidak, jangankan berbunga. Sampai sekarang saja saya tidak bisa melihat bedanya pohon itu dengan pagar kayu.:mrgreen:
Kurangnya kandungan air ditambah suhu daerah Udayana yang nggak ada miripnya sama sekali sama jepang itu menjadikan pohon Sakura tidak lebih dari makanan Kambing.

Untuk menikmati keindahan tipe bunga gugur-gugur-tertiup-angin macam itu, ada yang lebih baik. Contohnya di jalan depan kantor saya, jalan Bhayangkara. Tidak perlu nuansa pink. Cukup kuning, dan tidak kalah Indah.

Saya dan Ukang menyebutnya Sakura kuning. Jika Sakura di jepang sono kelihatan indah pada musim semi, si Sakura kuning ini akan pamer bunga pada musim pancaroba. (Hujan nggak tentu, kering nggak tentu). Pertandanya biasanya jika suhu mulai agak bener setelah sebulanan dingin banget (alias musim “turun salju di Dompu” wakakakkaakka!). Di musim pancaroba ini, bintang tidak seterang biasanya dikarenakan cuaca berkabut. Musim yang kurang pas untuk menikmati kabut galaksi dengan mata telanjang.

Pada bulan-bulan ini, sang “Sakura” akan berbunga lebat untuk kemudian gugur tertiup angin dan memenuhi seluruh jalan di depan kantor kami yang kebetulan satu deret. Indah, dan yang pasti, Indonesiawi.πŸ˜›
Di bulan lain, dia akan menyamar sebagai just another tree.

Eh, sebenernya ada dua jenis “Sakura” yang dikenal di Dompu. Satunya Sakura kuning ini, satunya lagi “Sakura Dompu” yang berwarna pink juga, dan yang pasti, keduanya tahan banting di iklim super tropis. Sayangnya, yang kedua sulit ditemui di kota. Adanya di hutan, di pinggir gunung, sepanjang jalan menuju sumbawa besar. Jadi untuk yang satu itu, disimpan saja pembahasannya untuk lain kali.:mrgreen:

Si Sakura kuning yang indah ini, mungkin anda kenal dengan nama Angsana, alias Sonokembang, dengan nama keren Pterocarpus indicus. Selain mantap buat nanganin limbah timah, kualitas kayunya sendiri merupakan salah satu yang terbaik. Selain itu, buat saya sendiri, ini adalah bahan bakar utama dalam proses bakar ikan depan kantor.πŸ˜›

—-

Bonus: Ibu-ibu pegawe kantor lagi “hanami”.


Responses

  1. wah itu toh sakuranya … mantaf …

    Like

  2. Mesti jarang dipangkas “sakura”nya, bisa subur begitu tebarannya

    Like

  3. Mesti jarang dipangkas “sakura”nya, subur gitu tebaran bunganya

    Like

  4. heeeeee sakura to apa tuh tapi bagus juga lama2….kelihatannya asal jangan tae kuning aja………….wkwkwkwk

    Like

  5. wah, pohon sakura kuning itu namanya apa ya? keren juga kalau ditanam di rumah. (kalau sudah beli rumah)πŸ˜€

    Like

    • Pasti ini tulisan saya nggak dibaca, cuman komeng sambil lalu. >:]

      Like

      • saya pembaca yang baik kok. T.T

        Sakura a.k.a Cherry Blossom (Prunus serrulata) > ini kan yang di jepang sana.
        kalau yang kuning ini?

        Like

      • Ah, bullshit. Kamu bukan pembaca yang baik. Itu jelas kalau dibaca bakalan tau yang kuning itu namanya apa. >:]

        Like

  6. biasanya pohon sakura yg lebat bawahnya ada mayat……πŸ˜€

    Like

    • Dulu gosipnya seputaran perkantoran itu kuburan massal PKI….

      Like

  7. ternyata benar, memang bukan pembaca yang baik. maaf.😦

    Angsana, alias Sonokembang, dengan nama keren Pterocarpus indicus.

    Like

  8. daun sonokembang yang gugur dengan kecepatan 5cm/detik, ah benar-benar menggambarkan kehidupan~

    Like

  9. “ne, Takaki kun, isshouni, sonokembang…
    Mieuru to i, ne…?”

    bruummmm jrgum jrgumm…
    *angkot lewat*

    Like

  10. part 1
    Extract of The Sonokembang

    *bahasa jepangnya apaan tuh??*

    Like

    • Part 2: δΊ€ι€šε°Žδ½“

      Like

  11. jadi inget saat SD dulu, itu pohon bikin kami sering dipecut ma guru-guru gak ngerti keindahan,

    Like

  12. wahhh hebat… bisa menarik masa seperti ibu2 berhanami ria… betewe… dadakan jd paparazzi nii :p

    Like

  13. foto paling atas itu keren bangat, suka sekali saya lihatnya.. sensei memang chekedau..

    Like

  14. heyyou cekedau~

    Like

  15. weh di dompu ada sakura juga ya? atau ini hanya tumbuhan gugur biasa? =))

    *ngibrit*

    Like

  16. tulisan itu untuk dibaca bukan untuk drepli.

    Like

  17. kayaknya kalau dulu2, pas masih zaman saya muda-mudanya dan imut2…klo gak salah sempat berbunga… “sempat”

    gak tau kalau sekarang…udah gak merhatiin lagi

    ngemeng2…gimana kabar om?

    Like

  18. baik oom…πŸ™‚

    Like

  19. angsana gak kalah keren sama sakuraπŸ˜€
    Tapi om, kalo liat di gambar itu bener2 bagus,, baiklah *menemukan ide menata kota (emang gw siapa???)

    Like

  20. fotografer ganteng itu ciri-cirinya kalau motret pakek poket mantep pisan.

    Like

  21. Angsana itu yg bunganya kecil-kecil kayak serbuk sari, ya? Kalau memang benar, kayaknya saya tahu alasan kenapa gak digalakkan untuk ditanam. Sepertinya karena ada beberapa orang yg alergi sama bunga ini. Jadi kalau sudah gugur dan kemana-mana, makin banyak orang alergi-an yg kena.πŸ™‚

    Like

    • Kalau alasannya itu, sakura juga demikian.

      Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: