Posted by: Black_Claw | August 24, 2011

Summer Wars (2009) VS Bokura no War Game (2000)

Yoi, saya telat dua taon nonton ini barang yang saya donglot awal tahun 2010. Waktu awal donglot sempat ngepreview dikit sih, cuma mungkin karena baru dihantam sama kocaknya Detroit Metal City, ini barang tetap nganggur di hdd saya, masuk folder spesial film yang di skip, dan baru keinget sekarang. Nontonlah saya malam ini.

Meski Bokura no War Game, movie kedua dari serial Digimon Adventure sendiri ceritanya (kemungkinan) terinspirasi dari WarGames (1983), Summer Wars terlalu mirip dengan Bokura no War Game dari segi cerita keseluruhan. Ini membuat saya yang sudah menonton (bahkan menyembah) Bokura no War Game tidak bisa menikmati Summer Wars sama sekali, dan terus terang, saya MARAH ANJRIT.

Untungnya setelah googling, katanya sih sutdaranya sama, jadi yah, mari lupakan penulis cerita dll dsbgnya dan anggap saja Summer Wars adalah daur ulang Bokura no War Game, tanpa Digimon. Oom Hosada memang layak dikasi deep bow…

Tanpa Digimon?!
Anjrit, apa jadinya?!
THIS IS SPARTAAAAAAAAAAA!!!!

Ahem… Yah, sudahlah, karna saya sudah tua, jadi mungkin semangat sudah tidak menggebu-gebu lagi buat banting-banting meja dalam hal ginian. Yang menarik jadinya dalam Summer Wars menurut saya hanyalah mencari persamaan antara film tersebut, dengan Bokura no War Game yang legendaris itu. Itu saja yang membuat saya menonton Summer Wars hingga selesai…

Baiklah, hirwigo!

#1. Logo Blankon mirip sama GoogleChrome
Iya, mirip…
AAAAAAAAAAAAAARRRGGGHHHHH!!!

#2. Secara cerita

Terus terang, dari pertama nonton saya sudah rada curiga sama bagian pengenalan staff yang ada di awal film, menyelingi pengenalan karakter dalam film. Yang sepotong-sepotong begitu, tapi saya rasa toh banyak film yang seperti itu, jadi coba kita lihat garis besar ceritanya…🙂

Bokura no War Game mengambil setting setelah tamatnya serial Digimon Adventure, anak-anak naik kelas, Joe mau masuk SMP, Mimi lagi liburan, yoi, musim panas cui. Sebuah digitama secara tidak sengaja ditemukan menetas oleh Koshiro. Kuramon, namanya. Dengan cepat Digimon ini tumbuh dengan memakan data jaringan di seantero dunia digital yang menyebabkan kekacauan di dunia nyata. Dari harga belanjaan sehari-hari yang loncat jadi jutaan, sampai kemacetan di berbagai tempat di Jepang (padahal kalau di Jakarta sih sama aja kayak di Mampang afterhour:mrgreen: ). Taichi dan Koshiro bersama Agumon dan Tentomon mencoba melawan Kuramon yang sudah berevolusi dengan cepat ke level Rookienya, Keramon. Secara tidak terduga, Keramon berevolusi kembali menjadi Infermon. Melihat hal ini, Agumon dan Tentomon “dievolusikan” oleh Taichi dan Koshiro ke level Champion mereka, Greymon dan Kabuterimon. Sayangnya, mereka kalah telak. Ternyata Infermon ada di Level Ultimate, bukan Champion. Keramon berevolusi dua kali saking cepatnya.

Bantuan datang. Yamato dan Takeru, bersama Gabumon dan Patamon berhasil menemukan komputer di Desa nenek mereka. Maklum, sedang liburan… Apalagi itu taon 2000 hahaha, di Jepangpun, penetrasi komputer belum masuk desa.😛
Infermon sudah berevolusi, menjadi Diaboromon, yang kemudian ngehack pangkalan militer, dan meluncurkan rudal lintas benua. Patamon K.O. sebelum sempat digivolve. Agumon dan Gabumon yang sudah berevolusi ke bentuk mega mereka juga, War Greymon dan Metal Garurumon, keok total. Satu-satunya cara mengehentikan rudal adalah menghancurkan Diaboromon, yang sayangnya sudah menggandakan dirinya menjadi ratusan ribu di internet.

Sedangkan Summer Wars? Hmmm…

Di dunia yang serba digital dan canggih, setiap orang memiliki avatar di internet, dan hampir semua kegiatan manusia bisa dikontrol lewat internet, melalui sebuah program mahabesar bernama OZ. Seorang anak SMA, errr… namanya siapa ya? ah, ga penting… dimintai bantuan oleh kakak kelasnya yang cantik untuk pura-pura menjadi pacarnya dan ikut dalam perayaan hari ulang tahun neneknya di luar kota saat libur musim panas. Sementara itu, sebuah program A.I. (codename: Love Machine) yang lepas kendali mengirimkan mass-email (oh, spammer…) berisi enkripsi yang dipecahkan oleh sang bocah tokoh utama, yang ternyata adalah password untuk masuk ke OZ sebagai admin. Love Machine kemudian menguasai OZ, mengacaukan sistem, membuat macet dan huru-hara akibat terkoneksinya OZ ke segala aspek kehidupan manusia, menguasai ribuan avatar orang-orang penting yang bisa digunakan untuk memberikan otorisasi, termasuk menjatuhkan satelit dari atmosfer ke bumi sebagai peluru.

Yoi, plotnya terlalu jelas. Ini menyebabkan, maniak Bokura no War Game seperti saya jadi kehilangan rasa deg-degan es degan nonton Summer Wars. Apalagi itu Love Machine ga ada sangar-sangarnya dibanding Diaboromon. Dihantam Inferno Missile juga sekali pasti keok dia.

Ah, tapi karena ga ada kerjaan, mari kita penggal-penggal biar lebih rinci…

OZ dan Dunia Digital, ooh, putih, luas, dan beraneka obyek aneh.

Dan terus terang, saya merasa mahluk ditengahnya OZ itu jauh lebih cantikan Calumon.

Oh, dan jika dunia ini penuh avatar, jangan salah. Anak-anak terpilih dari Digimon juga tentu kenal dengan avatar.😀 Gambar berikut pasti familiar.

Dan juga harap maklum, karena tahun itu masih tahun 2000, tentunya belum pake gaya web 2.0.:mrgreen:
Masih standarlah, flat-flat ga punya bayangan. Yang penting ada.

Tapi, terlepas apakah itu tahun 2000 atau tahun 2009, yang namanya Windows, saya rasa kapanpun sama.😛

Yoi. Mau Windows 98 atau Windows 7 kayaknya tidak lepas dari yang ginian…:mrgreen:
Seandainya pak Rusmanto Maryanto jadi orang jepang, mungkin setidaknya ini bisa teratasi.😆

Niwe, dalam Summer Wars, si Love Machine ini ngehek akun-akun orang lain dan digunakan oleh dia, banyak sekali.

Sementara Diaboromon, yang terlahir sebagai Digimon, jelas lebih unggul dalam hal kecerdasan. Ketimbang menguasai akun yang lemah, dia lebih memilih menggandakan dirinya (yang jelas kuat) sebanyak-banyaknya.

Tentu saja karena kejadian ini di Internet, seluruh penjuru dunia menyaksikannya, Live! Jangan salahkan puluhan pesan para komentator yang berdatangan masuk ke komputermu.

Yoi, pesan dari seluruh penjuru dunia, dari bule-bule yang tak kenal lelah. Pertandingan seperti ini kan lebih dahsyat ketimbang Mike Tyson lawan Muhammad Ali.

Dan dengan bantuan orang-orang inilah, War Greymon dan Metal Garurumon yang sudah sekarat bisa berdigivolve menjadi Omegamon. Tidak lupa, di Summer Wars cewek kakak kelas tokoh utam itu, yang juga entah kenapa sekarat dalam permainan Hanafuda, bisa ber-“Digivolve” menjadi… Mbuh.

Tapi ini belum berakhir. Walaupun kekuatan mereka berdua sudah melebihi kekuatan tokoh antagonis, walaupun tokoh antagonis ini kalah, hitungan mundur masih berjalan.

Dan kalau waktu ini sudah menunjukkan angka nol, benda yang mulai berkilau-kilau diatas itu, rudal di Bokura no War Game dan Satelit di Summer Wars…

…siap membuat kamu jadi gelandangan, kalau kamu selamat.

Untungnya, dalam cerita-cerita seperti ini, yang kamu butuhkan adalah teriakan semangat, kemudian menekan tombol enter di keyboardmu.

Mau itu Rudal, Peluru Kendali, Satelit, Hukuman tuhan, Azab, bahkan lemparan piring tetangga sebelah kemungkinan besar bisa dihentikan dengan teriakan semangat dan sebuah tombol.

Terus terang Philip terang terus, saya lebih memilih Bokura no War Game ketimbang Summer Wars. Summer Wars mungkin berhasil memberikan pengembangan dan pengenalan karakter dalam waktu 90 menit, dimana Bokura no War Game tidak terlalu memerlukannya karena merupakan kelanjutan dari puluhan episode Digimon sebelumnya. Sayangnya, moment “WOW” yang ada di Summer Wars bagi saya hanyalah saat semua orang dari penjuru dunia memberikan akunnya sebagai taruhan Hanafuda (not to mention proses “digivolve” si cewek, itu Sailor Moon yah?) sedangkan pada Bokura no War Game, setiap adegan Digivolve dan pertarungannya yang penuh dengan musik mantap dan bersemangat membuat saya berdesir.

Summer Wars mungkin membuat seorang teman hampir menangis, mungkin anda yang hanya menonton Summer Wars juga. Itu normal. Bokura no War Game? Saya menangis, tertawa, dan terharu bersamanya…

PS: Bokura no War Game tidak memiliki versi USA, hanya versi Jepang, karena Movie pertama, kedua, dan ketiga Digimon dijadikan 1 film yaitu Digimon the Movie. Karakter Wallace, dalam versi USA diceritakan adalah orang dibalik lahirnya Diaboromon, sementara pada versi Jepang, Wallace dan Diaboromon tidak memiliki hubungan sama sekali.


Responses

  1. Omegamon keren gilak T_T

    Like

  2. [Mau itu Rudal, Peluru Kendali, Satelit, Hukuman tuhan, Azab, bahkan lemparan piring tetangga sebelah kemungkinan besar bisa dihentikan dengan teriakan semangat dan sebuah tombol.]

    Like this!

    eh, tagnya keren: Rusmanto Maryanto

    Like

  3. Loh, ketupang, berugak.com dipake lagi? =)) =))

    Like

  4. tetep .. cuman baru dapet wangsit kemaren🙂

    Like

  5. baru nonton wargames dan sneakers😀 http://gadgetboi.wordpress.com/2011/09/09/meski-harus-menunggu-1000-tahun-lamanya/

    Like

  6. udah engga jadi penggembang blankon mas?

    Like

    • Nggak. Kemarin keluar mau ngurus ILC, sekarang masih masa rekoperi setelah ILC.🙂

      Like

  7. dan ane fans berat Bokura no War Game!!!
    Beneran dah, movie satu ini emang bikin ngakak, terharu dan deg-degan. meski tau bakal gimana endingnya, tetep aja ane nangis pas wargreymon ama metalgarurumon sekarat TT^TT

    emang beneran mirip ya summer wars itu? makanya hajime-san (yang bikin artwork paling atas itu) suka gambar cross over antara bokura no war game ama summer wars…. ane belum nonton summer wars :p

    ane demen cara mereviewnya, bener2 detail dan kocak xDD

    Like

    • Oh saudaraku!

      *nangis sambil pelukan*

      Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: