Posted by: Black_Claw | October 14, 2013

Memori Dari Perjalanan Lintas Sumatra

Four wheels move the body, two wheels move the soul. Cobalah, mungkin anda mendapatkan perasaan yang sama dengan saya.

Jakarta: “Hati-hati di Lampung. Ntar keinjek gajah!”

Lampung: “Hati-hati di jalan, ntar jangan jalan malam. Di sini aman, tapi kalau udah ke arah Plembang, jangan. Ada bajing loncat!”

Sumatera Selatan: “Hati-hati dek, di sini sih tenang aja, tapi ntar, kalau udah perbatasan Jambi hati-hati. Rawan daerahnya! Jangan berani jalan malam-malam gini.”

Jambi: “Wah, dari Jakarta? Jalan di sini kalau malam amanlah, nah, mulai masuk ke Sumatera Utara, malam istirahat baiknya…”

Riau: “Inget namaku ya! Predi ganteng!”

Sumatera Utara: “Marganya apa? Ooooh, orang Deli kow ya!”

Aceh: “Oleh-oleh khas Aceh itu cuma tiga. Ganja, GAM, atau bendera GAM. Boleh kakak, silahkan nyo~”

Sumatera Barat: “Ha?! Orang NTB?! Ko puttteeeh?!”

Bengkulu: “Oh, jalan malan di sini aman kok. Tapi ntar hati-hati mulai perbatasan masuk Lampung. Jangan jalan malam! Ntar dibegal!”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: