Posted by: Black_Claw | November 26, 2013

Bagaimana Membuatmu Terlihat Imut Saat Motret Diri Sendiri Pake Hape

“Selalu ada sains dibalik sebuah fenomena, tidak ada yang tidak bisa dijelaskan, kecuali getaran di hati ini saat pertama aku melihatmu…” – Saya, yang ilmuwan.

Pernah melihat foto-foto cewek di fesbuk yang diambil sendiri pake hape itu? Saya yakin pernah. Mereka terlihat imut sekali, bukan?

Secara genetik, kebanyakan wanita memang terlahir untuk dapat memberikan kesan bahwa dirinya imut, manis, layak dilindungi bagi lawan jenisnya secara insting. Mereka membutuhkan dan mengembangkan kemampuan ini agar dapat bertahan hidup di lingkungannya, dikarenakan tenaga dan struktur tubuh wanita tidaklah berkembang selayaknya pria untuk bekerja fisik dalam memenuhi kebutuhan hidup. Dengan kemampuan ini, pria yang normal, secara insting akan membantunya memenuhi kebutuhannya, sekalipun secara seksual bukanlah pasangannya.

Sayangnya, karena kemampuan ini diturunkan secara insting, bagaimana hal ini dilakukan tidak pernah dapat diformulasikan. Dengan kata lain, seorang pria sangat sulit terlihat imut di depan kamera, dikarenakan pria secara insting tidak memiliki kemampuan ini. Apalagi ditambah tidak adanya literatur atau riset serta perhitungan yang ilmiah tentang mengapa hasil gambar foto diri sendiri dari kamera hape cewek bisa terlihat imut. Jika saja formula, perhitungan pasti tentang bagaimana gambar itu tercipta, siapapun, baik pria maupun wanita yang secara genetik tidak memiliki kemampuan ini disebabkan oleh kondisi cacat gen, dapat menghasilkan foto imut yang sempurna.

For greater good, melalui riset selama lebih kurang empat hari, saya telah menemukan perhitungan yang tepat, yang bisa membuat siapapun dapat dengan mudah terlihat cute dalam setiap frame yang ia hasilkan. Untuk mengeleminasi kemungkinan-kemungkinan digunakannya peralatan penangkap cahaya yang terlalu canggih dalam riset kali ini, alat yang saya gunakan tentunya hanya sesederhana mungkin. Kamera yang digunakan adalah kamera standar nokia sebesar 2 mega piksel tanpa flash, tanpa editan, tanpa foundation pada kulit, dan cahaya yang digunakan adalah cahaya dalam ruangan, yaitu lampu. Tanpa ada pengubahan settingan sama sekali, alias full auto. Hasil riset ini, tentunya adalah kelanjutan dari riset saya enam tahun yang lalu tentang bagaimana agar tidak terlihat narsis di depan kamera jika anda memotret diri anda sendiri.

Sebagai awal mula, sampel yang saya gunakan tentunya hendaknya seseorang yang jauh dari kesan imut, cute, manis, atau apalah anda menyebutnya…

model-percobaan

Yoa bener, itu saya. In the name of science, kami, para ilmuwan bahkan menjual jiwa kami.

Setelah saya menganalisa beberapa ratus foto yang saya temukan acak di fesbuk, saya menemukan bahwa pada umumnya foto-foto tersebut memiliki pencahayaan yang terang, tapi bayangan yang tidak keras. Hal ini saya yakini dikarenakan sumber cahaya yang berjumlah lebih dari satu, untuk melakukan counter terhadap tiap bayangan yang muncul, dan bukan frontal, agar refleksi pada kulit lebih halus dan merata.

Sekarang, ingatkah anda dengan teori hukum relativitas yang berhubungan dengan kecepatan cahaya? Perhatikan baik-baik persamaan ini:

emc2

Sudah? Oke. Persamaan itu tidak ada kaitannya dengan riset kali ini.

Untuk mendapatkan efek demikian, tiga sumber cahaya berupa satu lampu pijar yang dihadapkan langsung pada wajah. Ini akan memberikan efek warna kuning yang halus pada wajah. Ditambah satu lampu neon dari samping atas sebagai pemendar bayangan dan refleksi diperlukan. Gabungan dari dua sumber cahaya ini, akan memberikan efek yang dikenal dengan overexposure pada ilmu fotografi, yang membuat kulit seolah-olah lebih mulus dan halus, menyembunyikan pori-pori, dan membuat wajah terlihat lebih cemerlang.

Selain dua lampu utama tersebut,untuk memberikan garis kepala dan tubuh yang kuat, perlu pula ditambahkan satu lampu neon lagi di bagian belakang sebelah atas.

Berikut adalah skema pencahayaan, dimana lampu pijar digambarkan sebagai lampu B, kemudian A dan C adalah neon.

skema-pencahayaan

Berikutnya, setelah melakukan riset beberapa ratus foto yang lain tetapi bertema sama di fesbuk, saya menemukan bahwa posisi bahu yang mengambil gambar tidak jauh berbeda dengan bahu yang diam atau melakukan pose, semisal victory ataupun pointing dan semacamnya. Ini berarti, sejak riset terakhir saya tahun 2007 yang saya sebutkan diatas, telah terjadi evolusi dalam proses kreasi wanita. Foto-foto yang dihasilkan sekarang, diambil dalam keadaan tangan tidak terlalu disorongkan kedepan, tapi ditekuk, dan kondisi lengan atas tidak terlalu meninggalkan tubuh.

Dengan tidak terlalu mengambil sudut yang terlalu tinggi dan pengambilan yang tidak terlalu jauh, kerutan pada dahi akibat melirik keatas juga dapat dieleminasi seminim mungkin. Berikut adalah skemanya, beserta sudut dan panjang yang kurang lebih dapat disesuaikan agar presisi.

skema-sudut-pengambilan

Dan juga perlu diperhatikan, adalah wanita akan mengambil sudut yang lebih tinggi dari mata, sedikit diatas dahi, dan menukik ke arah hidung. Inilah yang memberikan efek kecil, lemah, dan layak dilindungi, karena seolah-olah dirinya lebih kecil dari sudut pandang orang yang melihat foto. Dengan sudut yang seperti ini digabungkan dengan skema pencahayaan di atas, cahaya lampu yang direfleksikan oleh mata akan bertambah, baik volume maupun pijarannya, tanpa perlu menggunakan lensa kontak, membuat hasil foto terlihat lebih hidup dan intim. Siluet rahang dan dagu yang sempurna dan lebih berbentuk dapat dihasilkan dari sudut seperti ini, dan leher akan terlihat lebih jenjang.

Masalah terakhir yang ditemui oleh saya pada riset ini, hanyalah pada sampel percobaan, yaitu diri saya sendiri. Dapat dilihat, rambut sampel adalah rambut dengan model lelaki sejati

Destruction

Hal ini tentunya akan berefek instant-kill untuk efek cute atau imut yang ingin dihasilkan pada foto. Setelah berpikir keras dan melakukan riset terhadap gaya rambut dari masa ke masa selama kurang lebih dua jam, ternyata solusinya amatlah sangat mudah. Cukup dengan diikat kesamping sebiji dengan gaya Rabutan.

aika-ohta

Dengan perhitungan-perhitungan yang telah saya jabarkan secara lengkap di atas, akan sangat mudah bagi pria, ataupun wanita yang tidak mewarisi genetik untuk terlihat imut saat motret diri sendiri, untuk menghasilkan foto-foto yang sesuai dengan kaidah keimutan yang berlaku pada tatanan masyarakat umum setelah tahun 2010. Berikut, adalah proof of concept yang bisa saya berikan:

proof-of-concept

Untuk menambah efek imut yang tercipta dari sebuah foto, jika senyum, jangan terlalu lebar dan gigitlah ujung bibir anda. Anda juga bisa merengut, tapi sunggingkanlah senyum kecil di salah satu bibir.

In the name of science,

Farhan Perdana
Calon Penerima Nobel


Responses

  1. argh my eyes!

    Like

    • No no no. U lied to urself ma men.

      Like

  2. bisa aja hahaha

    Like

  3. begitu sampe akhir artikel.. ofak!

    Like

  4. hhehehehehehe

    Like

  5. Fak unyuk! Pake K

    Like

  6. Foto terakhirnya DP

    Like

  7. Saya tau unyuk itu kunyuk. Saya juga tau yang bilang itu langsung praktek. Yang saya ga ngerti, DP itu apa.

    Esalah.

    DP ituh apaaa, kakak~?

    Like

  8. hehehehe…keren nih tutornya

    Like

  9. Keren banget *ngakak

    Like

  10. terimakasih atas postingannya gan..
    hahaha asli beda banget, dan jitu banget tuh triknya ahhahaha
    bisa aja si agan ini😀

    Like

  11. astagaaaaaa bodor banget sih bang..
    hati-hati loh banggg😀

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: