Posted by: Black_Claw | May 19, 2014

Filosofi Kenikir

Hai.

Pernahkah kamu melihat bunga kecil, yang seringnya berwarna kuning atau putih, yang tumbuh di tepi jalan? Daisy, namanya. Astraceae, atau kalau dalam bahasa Indonesianya, Kenikir.

Cinta saya sederhana, seperti bunga itu. Dingin, panas, hujan, saya akan tetap diam di jalan setapak itu. Tetap tumbuh, untuk memekarkan bunga saya, demi kamu.

Kemudian bunga yang sudah mekar itu dipetik orang lain, untuk dihadiahkan ke kamu, yang membuatmu bahagia, tersenyum, tertawa, bersama orang yang memberikanmu bunga.

Lalu saya? Saya akan tetap diam di jalan setapak itu, kembali memekarkan bunga yang lain.

Masih demi kamu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: