Posted by: Black_Claw | November 20, 2014

Karena Rendy Adalah Wota

Kalau kamu nyebut saya wotanya JKT48, rasanya sulit dipertanggung jawabkan. Sampai sekarang, saya cuma dua kali nonton JKT48. Itupun semuanya dibayarin. Yang pertama, masuk teater, dibayarin sama temen saya, Yan. Yang kedua, ya di acara Hai Day 2014 Regeneration kemarin. Yang bayar juga Rendy, teman saya. Barang ori? Satu-satunya barang dari franchise yang saya miliki adalah CD+DVD Kokoro No Placard yang dikasihin sama Jackie Chan temen saya, Derrick. Pengorbanan saya itu amat sangat kurang untuk dapat gelar kehormatan wota.

Ngomong-ngomong, temen saya yang ngajak saya nonton JKT48 di Hai Day 2014 ini, si Rendy, unik banget. Rendy ini paling males sama yang namanya matahari. Makanya, di keluarganya, warna kulitnya paling ‘tembok’ sendiri. Pucat, kalah-kalah gerombolan vampir di film twilight. Kadang-kadang, Rendy bersinar di kegelapan malam… Eh, di siang terik juga dia bersinar, ding! Kalau kamu mau bayangin rupanya si Rendy kayak apa, kira-kira kayak lobak kecelup bayclin. Putih dan bersinar seperti baju seragam sekolah cling-cling di iklan deterjen itu.

Saya kenal Rendy sudah bertahun-tahun. Tapi, sampai sekarang, saya masih terpesona dengan ‘keajaiban’ si Rendy ini.

Oh ya, si Rendy ini tsundere. Tsundere abis. Suka, tapi nggak mau ngaku. Lihat saja, dia yang benci matahari itu rela jemur-jemuran di teriknya matahari acara Hai Day sampe udah kayak kepiting rebus saus sichuan. Seandainya saja kamu bisa melupakan bentuknya yang kayak lobak kecelup bayclin, Rendy ini moe banget! Tinggal tambahin twintail!

Mau lihat gimana bujubuset nerakanya acara Hai Day 2014 kemarin? Nih videonya.

Dan begitulah, sepulang dari Hai Day, di dalam mobilnya yang nganterin saya pulang, Rendy mendadak buka omongan.

“Cuy, lu lihat yang tadi jadi center? Rambutnya tipis banget kayak iklan sunsilk, cuy!”

“Yoa. Itu kalau dia bangun, terus nemu helaian rambut di bantalnya, pasti teriak teriak oh my gawd.” Saya menjawab sekenanya sambil tersenyum.

Rendy tertawa kecil. Sambil memegang kemudi mobil, dia meneruskan. “Tapi perkembangannya dia hebat juga, cuy. Terakhir pas gue motret JKT48 di Gingham Check, si Rambut Sunsilk masih di belakang-belakang. Sekarang udah jadi center, terus kebagian tugas nyapa-nyapa penonton!” Rupanya, Andela Yuwono sudah diberi panggilan Rambut Sunsilk oleh Rendy.

Mendengar kalimat Rendy yang disampaikan dengan semangat menggebu-gebu ala Rendy, saya diam sambil ngikik menahan tawa. Maklum, Rendy amat sangat nggak ngaku kalau dibilang dia fanboy JKT48. Apalagi kalau dibilang wota.

Dan, seperti merasakan ada hal yang aneh, dia berujar lagi.

“Kenapa lu diam?” Tanyanya.

Saya tidak bisa menahan tawa saya lebih lama lagi. Dengan terisak, saya membuka mulut.

“Akhirnya lu menemukan oshi lu, Ren…”

andela yuwonoSeperti Srikandi yang cantik,
Andela Yuwono telah memanah hati Rendy Fudoh~! ♥


Responses

  1. ITU BUKAN SUARA GUA!!!! -_-;

    Oh my…

    Like

    • Suara siapa lagi yang menggunakan segenap jiwa hingga bisa menembus teriakan kerumunan? Hanya Rendy Fudoh yang bisa~

      Like

  2. tulisan om black (anak tercerdas se kabupaten dompu) keren keren.

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: