Posted by: Black_Claw | January 22, 2016

Tentang Lengan Robotik Seorang Wayan Sumardana Alias Tawan

Hari ini saya melihat berita tentang I Wayan Sumardana alias bli Tawan, lelaki asal Bali yang membuat tangan robot karena tangannya yang lumpuh. Sangat menarik. Karena penasaran, saya mencari tahu tentang tangan robotnya. Banyak video yang saya tonton, tulisan yang saya lihat, dan puluhan gambar yang saya perhatikan.

160120095006_tawan_manusia_robot_4_624x624_ragillestari

Saya ingin memberikan pendapat saya mengenai alat ini, yang, terus terang, membuat saya sulit percaya bahwa alat ini seperti yang dibicarakan.

Untuk membuat gelombang otak bisa memerintahkan dinamo berputar, katup terbuka, tertutup, dan semacamnya, diperlukan prosesor. Ini berguna untuk menerjemahkan gelombang otak menjadi sinyal-sinyal listrik yang dikirim ke dinamo, katup, dan semacamnya untuk hidup dan mati. Sistem operasinya juga harus dipasang ke prosesor ini, kemudian script, kode, yang bertugas menerjemahkan pesan dari otak ke alat-alat yang terpasang ini harus ada. Semakin kompleks gerakannya, semakin dibutuhkan pula prosesor yang mumpuni.

Sayangnya, untuk gerakan seluwes yang dilakukan bli Tawan, dari semua gambar dan video yang saya lihat, saya tidak menemukan unit prosesor yang bisa melakukan ini semua dan terpasang di alatnya. Bahkan untuk kelas mikrokontroler sekalipun seperti Arduino ataupun Raspberry Pi.

160120075845_tawan_manusia_robot_bali_2_640x360_ragillestari

Jikalaupun bli Tawan tidak menggunakan itu, dia harus bisa menginstall sistem operasi, kode penerjemah itu, ke katakanlah salah satu chip yang ada di mesin buatannya. Terus terang, itu sangat tidak mungkin mengingat proses penginstalan ini, yang biasa disebut nge-flash firmware, tidak bisa diterapkan di sembarang papan sirkuit. Untuk melakukannya, kamu harus benar-benar tau denah aliran listrik, berapa tegangan kesana kemari, praktis, segala hal yang benar-benar hanya diketahui oleh perusahaan yang bikin papan sirkuit bekas yang ingin kamu gunakan.

Dan bahkan untuk membuat mesin ini bisa menggerakkan tangan seluwes yang bli Tawan lakukan di videonya, kode yang menerjemahkan gelombang otak ini haruslah memiliki kombinasi yang terdaftar pada sebuah media penyimpan.

160120080620_tawan_manusia_robot_bali_5_640x360_ragillestari

Sebagai contoh, jika gelombang otaknya frekwensi sekian, maka listrik harus mengalir untuk menjalankan dinamo selama sekian detik ke arah kiri, kemudian sepersekian detik berikutnya membuka katup untuk memompa gas ke sistem hidrolik, dan hasilnya, tangan terangkat 10 senti.

Ya, itu hanya untuk mengangkat tangan 10 senti.

Bayangkan berapa banyak rumus yang harus disimpan dalam media penyimpan ini untuk gerakan yang kompleks dan luwes. Berapa juta variabel yang harus didaftarkan, berapa gede kemampuan prosesornya. Sayangnya sekali lagi, selain prosesor, saya tidak bisa menemukan di mana alat yang bisa menyimpan kumpulan rumus sistem operasi penggerak robot yang gedenya luar biasa ini dipasang di alat bli Tawan, dalam bentuk solid state drive sekalipun.

Singkatnya, justru karena alat ini bergerak langsung atas perintah gelombang otaklah yang membuat tidak masuk akal, dengan kata lain, suspension of disbelief saya bahkan jika ini kisah fiksi sekalipun, hancur. Seandainya bli Tawan menggunakan saklar, walau banyak sekalipun, itu lebih masuk di akal saya. Kenapa? Karena prosesor dan memorinya tetap otaknya. Penerjemah gelombang otaknya adalah jari jemarinya yang lain. Prosesor kelas tinggi terbaik di dunia. Itu membuatnya tidak butuh prosesor, mikrokontroler dan semacamnya, seperti penampilan alat buatannya di gambar dan video yang tampak tidak memiliki perangkat tersebut.

160120080317_tawan_manusia_robot_4_624x624_ragillestari

Tapi, sungguh, jika analisa saya salah, saya tentu akan menjadi orang yang paling senang mengetahui kesalahan saya, dan ternyata alat ini benar-benar bekerja seperti yang diberitakan. Melihat ada yang bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa saya lakukan karena tidak sejalan dengan apa yang lebih dahulu saya ketahui adalah hal yang menggembirakan. Itu berarti pengetahuan baru.

Dan bagi kamu yang memiliki anggota tubuh lengkap dan bekerja dengan baik, syukuri itu. Sangat sulit mengganti sistem tubuhmu itu dengan komputer. Apalagi otakmu. Kemampuan proses dan responnya tidaklah bisa disaingi oleh komputer manapun. Jadi, kalau kamu dipanggil si otak komputer. Ingat, itu bukan pujian.

Itu ejekan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: