Posted by: Black_Claw | March 13, 2016

Macam Santan Kelapa, Tambah Tua Tambah Oke Punya

Di keluarga saya, ada semacam kebanggaan tersendiri terkait dengan ketuaan. Sesuatu yang tua diasosiasikan dengan nilai yang tinggi. Rasanya itu penyebab alumni rumah ini, saudara saya baik yang angkat maupun kandung, semuanya sok tua.

Pokoknya, makin tua makin bisa ngangkat dagu.

“Ti loa, mom.” kata saya sambil ngunyah Indomie. “Star Trek itu delapan tahun lebih duluan ada ketimbang Little House On The Praire. Serial Little Missy itu keluaran 1974.”

“Loh, lihat latar belakang ceritanya.” Ibu saya membantah sambil ngunyah rujak. “Star Trek itu cerita tentang masa depan. Film Little Missy itu, pas tamatnya aja latar belakangnya masih tahun 1880-an. Jauh lebih tua.”

Adik angkat saya diam. Mengerjakan PR matematika sepertinya, secara dia menggambar beberapa bangun ruang dengan menggunakan novel Sapta Siaga karangan Enid Blyton sebagai penggaris. Sepertinya dia dikasih entah sama oom Aris atau oom Ade pas di Pondok Jaya.

“Aslinya ya tuaan Star Trek lah, mom! Tahun penciptaan nggak bisa bohong!”

“Lah, kalau ngomongin tua, Little House On The Praire itu ceritanya jauh lebih tua dan sejarahnya akurat kok!”

“Ancau, lagi pada ngomongin apa sih?” Bapak saya muncul dari ruang tengah. Tangannya jumawa menggenggam buku warisan turun temurun dari orang tuanya.

Max Havelaar, tahun 1860.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: