Posted by: Black_Claw | March 20, 2016

Habibie Dan Formula Satu

Saudara angkat saya yang terakhir masih SD. Akibat besar di rumah tangga yang seperti ini, yang orang tuanya udah banyakan ngabisin waktu di rumah, membuat cakrawala pemikirannya tidak jauh beda dengan bapak dan ibu saya. Yang usianya puluhan kali lipat di atasnya.

Dia diangkat sejak bayi, dan seperti saudara angkat saya lainnya, adik angkat saya ini sejak kecil tau kalau dia anak angkat. Sengaja tidak disembunyikan, supaya nggak perlu pake acara lebay-lebayan kalau seandainya belakangan hari baru ketauan.

Tontonan adik saya ini kalau di TV, ya seputaran siaran berita dan semacamnya. Di usianya yang masih SD, dia nyambung kalau diajak ngomong seputaran penggusuran Kalijodo, pilkada DKI, atau apapun isu yang tengah dibicarakan masyarakat.

“Mobil Rio Haryanto rusak pada lap ke tujuh belas dan membuat pembalap berusia 23 tahun ini gagal mengakhiri balapan debutnya di ajang formula satu.” Suara reporter di televisi memberitakan. Dia dan bapak saya, seperti biasa, tengah menonton saluran Metro TV di paviliun rumah sore ini.

“Aerodinamika formula satu itu sama seperti pesawat terbang.” Adik saya nyeletuk. “Coba pak Habibie masih mentri, pasti dibikinin mobil formula satu yang nggak gampang rusak.”

Mendengar itu, muncul perasaan nyesss di hati saya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: