Posted by: Black_Claw | July 3, 2016

Namida Sadprize

“Selamat selamat bang. Di hari ulang tahunnya saya mau minta cerita tentang kejadian-kejadian masa kecilnya boleh? Barangkali ada yang menarik.” Tulis Muhammad Iqra di lini masa saya.

Yang saya jawab dengan kata “Baik.”

Maka inilah cerita-cerita yang berhubungan dengan ulang tahun saya. Yang sayangnya kayaknya tidak menarik-menarik amat. Ulang tahun saya tidak pernah wah.

Sejak dulu, ulang tahun saya tidak pernah dipestakan. Saat saya masih kecil, setiap tanggal tiga juli, orang tua saya bikin bubur merah putih. Bubur beras dengan santan, dengan warna bendera negara ini, kemudian ngajak anak-anak kampung makan bareng itu bubur.

Katanya biar lebih Indonesia.

Saat saya besar dan megang radio, anak-anak BCB sempat merayakan ulang tahun saya sekali. Merayakan versi mereka, dengan obor dari kaleng minuman. Jangankan kue, lilin saja terlalu mainstream bagi mereka. Yang ngusung obor itu dulu si Itomalingi Afranayla, kawan baik saya, penyiar BCB yang oke punya dengan nama udara Basten Boyz, yang entah sengaja atau tidak, membawanya ke arah saya dengan mimik muka pemuja setan.

Dan obor itu nggak bisa dimatiin dengan ditiup, jadi saya matiin pakai tangan. Hidup itu keras, jendral. Apalagi kalau ngurusin radio yang isinya 95% preman, sisanya yankee.

Ah, tapi biarlah saya ceritakan hadiah paling spesial yang diberikan hidup yang keras ini ke saya, saat saya sweet seventeen. Ulang tahun saya yang ke tujuh belas.

Itu hari sabtu.

Saya bangun pagi, mandi, dan ke sekolah. Di lapangan sudah berkerumun anak-anak di sekitar papan pengumuman pembagian kelas. Saya mencari nama saya di daftar, masuk kelas tiga SMA berapakah saya. Tiga IPA satu kah? Tiga IPS dua kah?

Lama saya nelusurin itu daftar, nama saya nggak nongol-nongol.

Yay~! Saya drop-out.

Jadi saya pulang lagi, terus lanjut tidur.

Selamat ulang tahun, Farhan Perdana. Nama yang berarti pembawa kebahagiaan pertama. Yang diberikan oleh almarhum kakek saya, saat saya bersua dengan dunia, di hari jumat pagi menjelang siang tanggal tiga juli. Bawakanlah kebahagiaan untuk orang lain, Farhan Perdana. Walaupun kamu tidak bisa membahagiakan dirimu sendiri.

Dan buat kamu, iya, kamu. Kamu yang selalu di hati saya.

Bahagialah selalu.😉


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: