Posted by: Black_Claw | August 16, 2016

Cino

Presiden berziarah ke Taman Makam Pahlawan. Seperti tahun-­tahun yang telah lalu, daerah Kalibata diperketat penjagaannya. Tidak sembarangan yang bisa masuk atau keluar.

Listrik padam untuk sesaat, sepengheningan cipta. Dua kawan saya Sony Herianto, Ciu Wan Bing. Dan juga Santoso, San­-San panggilannya. Jika kamu membelah dada mereka, di balik jantung yang senantiasa berdenyut, niscaya kamu akan menemukan tulisan NKRI Harga Mati.

Tulisan jelas di jantung mereka, yang di bawahnya ada cap Made In China.

Ah, Misoa. Mie Panjang Umur itu sudah matang rupanya. Mie yang tak memiliki potongan, yang jika dimakan tidak boleh putus.

Dan dari mulut Sony, sepenggal kalimat dari Sajak Kepada Bung Dadi terucap memecah hening.

“Ini tanah airmu. Di sini kita bukan turis.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: