Posted by: Black_Claw | January 8, 2017

Menerjemahkan Sesuatu

Kenapa, bagi saya, menerjemahkan itu menarik dan menyenangkan? Biar saya contohkan.

“Soshite kono michi o aru itte yukunda. Kimi no suki ni naraba toki kara, hajima atte kitta, kono tabi.” -> Dan di jalan ini langkahku terus. Suka denganmu waktu itulah, mulainya perjalanan ini.

Saat sepenggal lirik lagu berbahasa Jepang tersebut dialihkan ke bahasa Indonesia, struktur kalimat yang berbeda akan membuatnya terlihat wagu. Sebagai orang yang menjadi penerjemah, kamu akan diliputi perasaan bersalah. Kalau kata orang Surabaya, jancoek koen modhyar ae. Orang Dompu bilang mamade pu ra ana lakoe.

Maka itulah peran sastra sebagai penyambung asa kedua bahasa. Agar pesan dan perasaan bisa tersampaikan.

“Dan di jalan inilah, aku akan terus melangkah. Karena jatuh cinta padamu, saat itu, maka dimulailah perjalananku.”

Menarik, bukan?

Itu baru sepenggal bait lagu. Itu belum menerjemahkan seluruh isi perasaan saya ke kamu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: