Posted by: Black_Claw | September 3, 2017

Mencintai Jingga

Petang itu awan yang tak lagi terang robek.
Setiap hari, seperti biasa.
Jingga menyeruak dari koyakannya.
Jingga yang selalu heran, sekali itu bertanya.
“Awan, tidakkah sakit engkau demikian setiap hari?”
Awan tersenyum, dan perlahan redup. Ia tak bisa berkata apa-apa.
Ia telah mencintai jingga dengan sederhana.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: