Posted by: Black_Claw | November 28, 2017

Bangsamu Di Era Digital

“Aku… Memutuskan… untuk lulus dari JKT48!” Ujar Melody di video itu, yang langsung disambut teriakan histeris penggemarnya.

Juve menatap layar hapenya yang memutar video tersebut dengan ekspresi datar, sambil mengunyah tempe yang udah dua minggu di kulkas, terus digoreng. Tempe yang produk fermentasi itu, berfermentasi dua kali.

“Kenapa kalau kita yang ‘lulus’ dari kantor ini nggak diteriakin histeris gitu? Fak.” Kata saya, yang membuat Juve menghentikan kunyahan, dan menekan tombol stop di menu Youtube.

“Orang-orang peduli sama mereka, Blek.” Sahutnya, kemudian berjalan dan duduk di samping saya lalu menambahkan. “Prestasi mereka jelas.”

“Lha? Prestasi kita? Kalah sama paha dan ketek?” Tanya saya balik.

Dia tertawa.

“Lha siapa yang mau lihat paha dan ketek kita, Blek. Hahaha…!”

Saya ikut tertawa. Juventus Robing, namanya. Kalau diperhatikan baik-baik, dia sebenarnya layak jual. Mukanya macho, suaranya dalam dan tenang. Bentukan defaultnya sudah menarik. Hanya saja, seperti kebanyakan orang Informatika strata kuli, gajinya tidak mencukupi. Sehingga, yah, perawatannya mau tidak mau ikutan tidak mumpuni.

Bisalah disamakan dengan Mazda Astina yang 20 tahun nggak pernah ganti oli.

“Sudahlah, cari yang lain. Apalah, buat nonton bareng.” Kata saya sambil menyeruput kopi instan.

Juve mengiyakan ucapan saya, dan membuka Instagram. Feed pertama di halaman aplikasi itu muncul, menampilkan sebuah meme bergambar wanita cantik menggendong anak.

IIS DAHLIA. IBU IBU SEKSI DANDANAN BELIA.

Demikian tulisan di meme tersebut. Saya langsung kesedak kopi.

“Wakakaka faaaakkkk…! Ganti lah, yang lain!” Ujar saya lagi.

Dan Juvepun kembali nyekrol feed Instagram ke bawah, menampilkan sebuah video penyanyi OST anime Sword Art Online lagi nyanyi di acara jejepangan di Senayan.

“Oooooi! Oi oi oi oooi” suara chant bersemangat 45 penontonnya menggema dari video itu.

Juve dan saya melihat layar dengan tatapan kosong.

“Bangsa ini aneh.” Juve akhirnya membuka suara. “Kayak gini, terus ngomongnya nggak mau dijajah…”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: