Posted by: Black_Claw | July 1, 2019

Tentang Emak-Emak Yang Bawa Anjing Ke Masjid

Berita emak-emak yang bawa anjing masuk mesjid ini benar-benar menarik. Menarik karena, sayangnya, tidak sedikit para pengantri di barisan sakit hati pilpres kemarin yang malah justru lebih banyak senangnya ketimbang sedihnya dengan kenyataan anjing masuk mesjid. Dengan senang hati dan semangat pula mereka menggorengnya dengan menyebarkan bahwa mang Ishak yang ditahan sementara si ibu bebas. Mereka mulai menyalahkan polisi dan pemerintah, menggiring narasinya menjadi narasi politik, tanpa kroscek terlebih dahulu.

Banyak dari mereka yang justru rasa semangat dan gembiranya bahwa ada jalan untuk menyalahkan aparat dan menyerang polisi lebih besar dari rasa sedih mereka akibat anjing masuk mesjid.

Sayangnya, kabar buruk bagi mereka datang dalam bentuk kenyataan. Kenyataan bahwa mang Ishak cuma dimintai keterangan, tidak diapa-apain, masih sehat walafiat, dan si emak-emak yang bawa anjing malah diproses polisi.

Herannya, di komen Lana Yusuf Djunaedi masih banyak yang ngotot kalau mang Ishak diapa-apain. Tidak sedikit pula yang ngotot masih pengen marah walau emak-emak itu udah diproses polisi. Bukannya senang mang Ishak ga kenapa-napa, bukannya bersyukur si emak penista diproses secara hukum, pengennya marah-marah…

Lupa kalau mereka bukan Songoku atau Bezita. Mau sebanyak apapun marah-marah, ga ada cerita mereka bakalan jadi Super Seiya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: