Posted by: Black_Claw | June 23, 2020

Cut Fitri Pindah Agama

Sudah dengar kasus Cut Fitri yang pindah agama dari Islam jadi Kristen, kemudian menjadi masalah besar itu? Itu salah satu alasan saya benci dengan ajaran agama.

Saya benci ajaran agama yang mewajibkan pemeluknya menikah dengan yang seagama. Kalau menikah tapi agamanya beda jadi nggak berkah, dan semacamnya. Intinya, hanya untuk menikah, salah seorang harus pindah agama dulu biar aman.

Salah satu alasan yang membuat agama jadi pemecah belah manusia, nambah-nambah sekat dalam masyarakat.

Sudah ga kehitung orang Kristen yang hatinya remuk-redam gegara hal ini. Sudah banyak orang Islam yang meninggalkan orang yang dicintainya karena hal seperti ini. Sudah kelewat banyak. Permusuhan itu akan tetap ada, dan diwariskan ke anak-cucunya.

Bahwa si anu itu beragama B, maka dia bukan bagian dari kita.

Bahwa si anu itu beragama C, maka dia tidak akan cocok hidup denganmu.

Bahwa jika agamamu D dan dia E, maka kasihan anak kalian, tidak tau harus beragama apa.

“Tapi itu kan omongan Tuhan sendiri!” Protesmu.

Tidak. Kamu pernah ngomong sama Tuhan? Kamu pasti tau hal tersebut dari manusia. Dari ajaran, dan siapa yang mengajarkan? Siapa yang mewariskan dogma ribuan tahun itu? Manusia.

Selama bukan Tuhan sendiri yang bilang sama kamu, bisa jadi itu omongan manusia yang diriwayatkan seolah-olah dari Tuhan. Pelintiran terjemahan, pengaburan informasi, manusia sudah biasa dengan itu.

Contoh. Suatu ketika di suatu masa, ada wabah yang kebetulan menyerang pemeluk agama F. Maka, Tuhan bilang ke nabinya. Jangan dekat-dekat dengan agama lain selain agamamu.

Aturan ini hanya berlaku di wabah tersebut. Tapi, oleh manusia malah dijadikan pedoman sepanjang waktu, digoreng terus menerus pake minyak bekas, biar jadi dogma. Biar orang lupa kalau itu dulu disebabkan ada wabah. Setelah beberapa generasi, yang diingat cuma jangan dekat-dekat dengan agama lain selain agamamu.

Bagggoooss manusiaaa! Bagossss! Pengen tak hihhh!

Halo? Jika ajaran agama malah mengajarkanmu membenci mahluk, kamu yakin ajaran agama yang kamu ikuti itu tulus menuntuk kamu ke kebaikan? Kalau ajaran kemudian mengkotak-kotakkan, ada kepentingan pemimpin kelompok yang diutamakan. Ya, politik. Bukan keTuhanan.

Pengkotak-kotakan itu dilakukan karena kekuasaan. Pengekangan, supaya pengikutnya tunduk, takluk. Pada segelintir oknum penyebar ajaran pemecah itu, sayangnya. Bukan pada Tuhan.

Hanya karena agama, maka Tuhan Maha Besar yang seyogyanya satu-satunya itu menjadi banyak, sesuai dengan ajaran agama-agama tersebut.

Beragama, yang seharusnya bertujuan menenangkan jiwa, malah menyebarkan murka.

Beragama, yang seharusnya merupakan proyeksi terima kasih pada Tuhan maha besar yang tunggal, malah menciptakan tuhan-tuhan yang pencemburu, iri, dan memusuhi sekelompok manusia lain.

Logika berTuhan itu amat gampang. Tuhan pasti maha baik dan adil. Karena jika tidak, maka itu bukan Tuhan melainkan tirani. Jika Dia tidak maha baik dan adil, tapi maha bejat, maka mengapa disembah?

Maka pasti, Tuhan itu maha baik dan adil. Itu alasan kenapa sangat tidak mungkin dia menciptakan surga hanya bagi satu agama. Mau apapun agamanya, tidak beragama sekalipun, orang baik pastilah dibalas kebaikan oleh Tuhan yang maha baik dan adil.

Kalau Tuhan dalam ajaran agamamu tidak begitu, bisa dipastikan ajaranmu salah pas disampaikan. Ada corrupt, di sana. Ada kepentingan penjual agama yang disertakan.

Tinggikanlah Tuhan. Bukan agama.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: