Posted by: Black_Claw | November 2, 2020

Bagaimana Agar Tidak Terlihat Kaya

Tadi, saat makan di pojokan warung, seorang nenek menghampiri saya, menawarkan saya untuk membeli jam tangan miliknya. Dia butuh uang, katanya. Saya tidak membawa uang senilai jam tangan itu, jadi setelah membayar makanan, saya ke ATM. Karena lokasi ATM cukup jauh, saya mengatakan pada si nenek untuk menunggu sembari memberikan semua kembalian pembayaran makan ke si nenek.”Buat uang muka.” Kata saya.Setelah mengambil uang di mesin ATM, datang lagi seorang ibu tua ke saya. Dia menunjukkan struk sisa saldo, dan mengatakan ingin melakukan penarikan, tapi tidak bisa dilakukan karena jumlahnya mepet dengan batas saldo minimum. Jadi, saya transferkan ke rekeningnya jumlah yang sesuai dengan saldo minimum, dan menemaninya melakukan penarikan.Saya kembali ke warung makan, memesan kopi, kemudian memberikan uang senilai jam tangan ke si nenek. Dia terlihat berterima kasih sekali, jadi jam tangannya tidak saya ambil. Saya kemudian duduk di pojok, ngopi. Si nenek kemudian menghampiri saya dan berpamitan. Setelah mendoakan God bless you, banyak rejeki, cepat jodoh, dan lainnya, si nenek pergi.Sambil ngopi, saya mendadak kepikiran. Gaya berpakaian saya kaos oblong, celana training, dan sendal karet. Tadi, di warung makan, banyak yang berpenampilan lebih berduit dari saya. Kenapa si Nenek memilih saya, yang bahkan duduk di pojokan? Di ATM center juga begitu. Banyak orang yang saya rasa lebih mampu dari saya, tapi kenapa si ibu tua malah mendatangi saya untuk minta bantuan?Kemudian saya mengingat-ingat lagi. Kejadian seperti itu sering sekali. Mereka datang, dan dari sekian orang yang secara logis harusnya lebih mampu dari saya di lokasi, pilihan mereka malah jatuh ke saya.Apakah saya terlihat kaya? Saya tidak nyaman dengan itu.Begini. Di ilmu ekonomi, ada yang namanya opportunity cost. Biaya kesempatan. Saya khawatir, karena memilih saya, mereka kehilangan kesempatan untuk mendapatkan bantuan yang nilainya lebih banyak jika pilihan mereka jatuh ke orang lain. Banyak sekali yang saya lihat ekonominya lebih tinggi dari saya.Saya juga bukanlah orang yang jorjoran dalam hal duit. Saya malah cenderung pelit. Apapapun yang saya keluarkan, akan saya cari manfaatnya yang didapatkan. Buat makan aja saya masih mikir harus ada cuan. Melihat cara hidup hemat saya, Melinda di kantor, mengatakan saya mirip tuan Crab di kartun Spongesbob.Dia salah. Panutan saya itu Scrooge McDuck.Itulah mengapa bantuan dari saya nilainya mepet. Seandainya mereka meminta bantuan ke yang lebih mampu, tidak memilih saya, mungkin bantuannya akan banyak lebihnya. Jika seandainya saja si nenek menawarkan jam tangannya ke pemuda stylish yang parkir mobil di depan warung misalnya, mungkin dia akan diberi lebih banyak. Atau jika si ibu tua meminta bantuan ke wanita karir yang di ATM sebelah saya misalnya, mungkin dia akan diberi cash dan duit di rekeningnya tetap utuh.Saya kemudian bertanya ke sahabat saya, berteman sudah lama. Dia tau saya, fisik saya, gerak-gerik, gaya bicara, dan penampilan saya. Dia pedagang, tionghoa, tidak beragama Islam, dan itu bagus. Saya tidak nyaman dengan jawaban macam keridhaan Tuhan, pahala, dan semacamnya. Saya nggak sreg dengan sistem pahala, dan jawaban Islami macam itu nggak bakal keluar dari dia. Mau pahalanya hangus kek, hilang kek, bodo amat.Jadi, saya ceritakan semua kejadiannya, mengiriminya foto penampilan saya, kemudian nanya ke dia. “Apa saya terlihat kaya?”Dia mengiyakan.Jadi, saya tanya lagi. Bagaimana caranya supaya saya tidak terlihat demikian?Teman saya menjawab seperti ini. Sungguh, dia keren sekali.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: