Posted by: Black_Claw | June 19, 2020

Toko Baju Terbaik Di Dompu

Ini toko baju terbaik di Dompu, namanya Rumah Baju. Lokasi toko baju terbaik ini ada di puncak Renda, dekat cabang tiga. Kenapa terbaik? Karena yang punya teman saya dari kecil, namanya Yani. Instagramnya @yani_mahendra. Jadi, kalau saya ke sana, saya dikasih kopi, kue, es sirop, ikan bakar, buah-buahan, bisa numpang mandi, tidur-tiduran sambil nunggu malam buat liat bintang, walau saya nggak beli baju sama sekali. Terbaik kan? Yoi. ✌😁

Sebenarnya, toko bajunya Yani nggak keliatan seperti toko baju karena interiornya menurut saya cakep banget. Lebih cocok jadi galeri butik gitu. Atau tempat foto prewed. Di tokonya banyak properti yang oke punya kalau dipake buat pemotretan. Datang aja deh terus lihat sendiri.

Posted by: Black_Claw | May 31, 2020

Kawan Saya Dipukul Mitra Grab

Teman saya tadi whatsapp, nanya tentang email Grab. Saya nggak tau kenapa. Setelah buka facebook, baru tau. Ternyata dia dipukul sama mitra Grab.

Jadi, tadi pas di perempatan, ada mitra Grab yang nyelonong melanggar. Kawan saya mengangkat tangannya untuk mengingatkan. Tidak mengepal atau mengacungkan jari tengah. Nah, si mitra Grab ini nggak suka. Ia kemudian berbalik, turun dari motor, kemudian mendorong kawan saya.

Mendadak, ada bapak-bapak jaket Biru entah dari mana yang ikutan dorong-dorong. Saat reflek ditepis oleh kawan saya, dia membentak. “Lu cina mau apa, hah?!”

Kemudian, tempat tersebut jadi rame oleh ojol, dan si bapak baju Biru ini tetap membentak dengan ucapan cina, yang membuat sebagian kerumunan tersebut ikut-ikutan.

Akhirnya, karena didorong, kawan saya ini jatuh. Saat dia bangun, mitra Grab yang melanggar aturan lalu-lintas itu memukulnya. Setelah itu, mitra Grab dan bapak jaket biru yang teriak-teriak cinta itu pergi naik motor masing-masing.

Menurut saya, baiknya dilaporkan ke polisi. Setelah itu ke Grab. Melaporkan itu harus, dan bukti laporannya dipublish saja.

Nomor polisinya juga publish aja, mengingat provokator berjaket biru itu juga bukan mitra Grab. Jadi mungkin ada yang kenal kalau dipublish. Ini memudahkan pelacakan.

Jadi, walau sudah lapor juga, harus tetap diviralkan. Kalau kasusnya viral, lebih gampang terungkap dan terselesaikan. Pokoknya, ada apa-apa, lapor. Jangan jiper duluan, bakal jadi bumerang, atau semacamnya. Positif thinking saja. Saya pribadi, kalau ada kejadian apa-apa, selalu lapor dulu.

Ah ya, terakhir awal tahun kemarin, saya ke polsek. Tas saya beserta STNK, SIM, dan HP dicolong orang. Jadi saya melaporkan kehilangan barang. Setelah selesai mengetik surat, polisinya nanya. “Aslinya bukan orang sini, ya?”

Saya jawab, “Iya, bukan. Saya orang Dompu.”

Polisinya malah tambah tersenyum penuh arti, “Maksudnya, aslinya itu, bukan asli sini, kan?”

Kan saya mumet ya, jadi saya bilang, “Wis ta la pak, wes ngelu ndasku saiki.”

Polisinya senyum, laporan diterima. Nggak macam-macam kok. Mungkin sebenarnya yang diperlukan itu cuma bahasa Jawa aja.

Jadi, yuk lapor polisi. Mau saya temani? 😉

Posted by: Black_Claw | May 28, 2020

Tentang Mardigu Wowiek Prasantyo, Sang Bossman Sontoloyo

Saya pertama kali mendengar Pak Mardigu Wowiek Prasantyo dari teman saya, saat bertelepon dengannya beberapa hari yang lalu. Selang sehari kemudian, ada yang mengirimi video podcastnya dengan om Deddy Corbuzier, dan setelah saya menonton banyak videonya di Youtube, ada bagian yang menurut saya sangat lucu, sehingga saya rekam dan jadikan story di social media. Story ini kemudian direply oleh teman saya yang menanyakan, gimana pendapat saya tentang Pak Mardigu.

Saya sempat iseng menanyakan informasi pajak pria berusia 54 tahun ini ke beberapa rekan tapi ga dapat. Ya sudah.

Jadi, saya tidak akan menilai Pak Mardigu dari sisi masa lalunya yang praktisi Hypnosis dan NLP. Dua ilmu ini belum terbukti secara sains, meskipun memang Pak Mardigu pernah menggunakannya untuk nyemplung urusan kepolisian terkait tindak teroris tahun 2010-2011 lalu. Tidaklah adil jika saya menilai seseorang hanya karena dia Hypno atau NLP. Soalnya, manusia itu kompleks. Seseorang bisa saja ‘nggak banget’ di sebuah bidang yang digelutinya, tapi itu tidak berarti bahwa semua ucapannya otomatis palsu.

Teman saya ada yang jago banget trading, bahkan sampai ikut lomba dan dapat hadiah mobil, punya masa lalu di sulap. Salah seorang milyader kenalan saya masih percaya sesajen, tapi ilmu ekonominya paten. Banyak orang beragama dan apa yang dikatakannya benar, padahal agama itu sering clash dengan sains. Jadi, saya fokus menilainya, dari apa yang menjadi ‘barang’nya sekarang.

Yang membuat Pak Mardigu naik daun adalah video pandangannya yang banyak beredar di Youtube. Isinya video-video yang sangat disederhanakan, bahkan terkesan penyederhanaanya berlebihan, terhadap masalah-masalah negara. Semuanya jadi terlihat gampang, di sana. Beberapa videonya ada bumbu konspirasi wahyudi juga. Di akhir video, kadang muncul pertanyaan retroika, atau digantungkan. Video-videonya dikemas dengan pace kalimat yang cepat, sehingga cenderung membuat ketanam di pikiran dulu, sebelum sempat teranalisa. Ini metode yang oke untuk membuat sebuah ide tertanam di otak. Pak Mardigu memang mumpuni di bidang psikologi.

Inilah yang menyebabkan pemirsa medianya bisa naik drastis.

Video-videonya cukup netral, menurut saya. Ada beberapa yang benar banget, ada yang bagi saya salah total. Video-videonya cenderung bahkan bernarasi mendukung pemerintah, ‘berjalan berbarengan, pakailah ide saya’. Kira-kira seperti itu. Hanya saja, karena isi videonya ada konspirasi serta endingnya menyindir pemerintah, massa kontra pemerintah bisa digaetnya dengan mudah.

Terkait bisa tidaknya solusi yang digemakan oleh Pak Mardigu di video-videonya, apakah bisa menjadi solusi bagi Indonesia jika diterapkan, saya akan dengan tegas menjawab tidak bisa. Kenapa?

Solusi-solusi itu tidak akan dapat diimplementasikan di Indonesia selama rakyatnya kayak gini. Masalah utama orang Indonesia itu bukan pejabatnya, tapi rakyatnya.

Contohnya, kalau kamu lihat di komen-komen videonya, mayoritas yang komen itu ingin dia jadi presiden. Padahal, dia udah jelas bilang kalau dia ga pengen nyemplung di politik. Tujuan dia menciptakan basis pengetahuan, agar rakyat jadi pintar, dan pejabat juga bisa belajar. Terlepas dia bohong atau tidak fokuslah di kelakuan komen mayoritas tersebut.

Orang-orang yang diajak pinter bareng buat kerja bareng, either ga ngerti, atau milih jalur lain. “Jadikan saja si Mardigu itu presiden, biar dia yang urus.” Demikian pikir mereka. Itu menandakan, rakyat Indonesia itu malas bekerja sendiri, malas mandiri. Selama kayak gitu, solusi apapun bakal mental.

Selama rakyatnya demikian, goblok dan malas mandiri, maka mayoritas pejabatnya akan demikian. Kenapa, karena yang jadi pejabat itu dari rakyat.

Rakyat indonesia itu menciptakan sendiri masalahnya. Cepet nikah padahal rumah sendiri belum punya, kadang masih utang. Punya anak, padahal duit tabungan untuk jadi pemasukan membesarkan anak belum ada. Menyerahkan semuanya ke Allah, tetaplah akan datang rejeki dari Tuhan. Itulah mental malas mandiri dan tanpa perencanaan.

Kemudian, rakyat negeri ini suka membully. Karena berseberangan pola pikirnya, mereka yang tidak malas mandiri diejek untuk cepat nikah, cepat punya anak, dan semacamnya. Biar sama-sama sengsara, nggak sengsara sendirian, begitu mental mayoritas orang Indonesia.

Padahal semua solusi yang digadang-gadang pak Mardigu itu butuh perencanaan dan kerjasama yang terpadu, serta acap kali rela berkorban. So, no. Those plans won’t work. Jangankan presiden dan pejabatnya yang kudu kursus di Lemhanas. Satu negeri ini yang perlu.

Oh iya, waktu dia jadi walikota Solo, pak Jokowi udah ikut pelatihan Lemhanas. Jadi, jangan dibilang presiden ga pernah.

Bagi saya, video-video darinya saat ini masuk dalam playlist hiburan. Dan tentu saja, jika saya salah tentang pendapat saya di atas, sayalah orang yang paling berbahagia di muka bumi. Sungguh!

Lalu untuk apa video-video tersebut selain dari mencoba mengedukasi masyarakat? Dari video-videonya, ada 2 produk ‘jualannya’. Pelatihan, dalam bentuk buku, seminar, dan semacamnya. Kedua, kerja sama, dalam bentuk beberapa web application dan mobile application. Intinya aplikasi-aplikasi ini, model bisnisnya, adalah pendanaan UKM. Semacam bursa efek, tapi untuk UKM. Ini bukan hal baru, secara Koinworks sudah bertahun-tahun melakukannya.

Tapi, jika massa kontra-pemerintah mau menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut, itu berarti ada pasarnya. Kalau pasarnya ada, ekonomi gerak. Ini lebih mudah dipercaya bisa terjadi, ketimbang solusi di videonya bisa dilakukan.

Ingat, yang kontra-pemerintah ini banyak.

So? Saya juga akan ikut. Selama ada perputaran duit, saya ikut. Toh yang kontra pemerintah ini mayoritas pasti nggak kenal Koinworks. Lewat seorang Mardigu Wowiek Prasantyo, mereka dikenalkan, dan kalau bisa jadi pelaku ekonomi, itu hal yang baik. Yang penting skemanya cengli aja. Cengli buat saya, tentunya.

Posted by: Black_Claw | May 23, 2020

Mohon Maaf Lahir Bathin

Hai, pagi. Mumpung pada belum pergi shalat Idul Fitri, saya mau ngajarin sedikit cara mendapatkan uang cepat dalam waktu dua minggu. Cara ini hanya bisa dilakukan sekarang.

Sebentar lagi, jutaan masyarakat Indonesia yang tidak peduli dengan COVID-19 kemungkinan besar akan nekat berkumpul untuk shalat idul fitri, plus malah abis itu mungkin bakalan langsung hilir mudik silaturahmi.

Jika mereka tidak mengindahkan protokoler keselamatan COVID-19, kemungkinan besar angka Covid-19 di seluruh Indonesia akan naik dalam 2 minggu. Ini berarti kemungkinan besar rupiah akan turun, dan harga emas bakal naik gila-gilaan lagi.

Harga emas dua hari terakhir ini turun. Ini saat yang cukup oke untuk beli. Belilah emas digital, karena kalau emas fisik, jika angka penderita COVID-19 naik, emas fisik ini bakal susah dijual soalnya toko emas bakal pada tutup.

Tentu cuannya ini berbanding lurus dengan modal. Semakin banyak modalnya, semakin banyak yang bisa disetok. Mari kita lanjutkan saja skema yang kaya tambah kaya, yang miskin makin miskin ini. Untuk para korban jika virus outbreak? Cukup kasih bantuan indomie aja. Namanya juga negeri produsen mie instan.

Jadi, kalau dua minggu lagi virus outbreak, kita bakal untung karena emas naik. Kalaupun 2 minggu lagi nggak virus outbreak karena udah ada herd immunity, syukur banget. Anggap aja nabung emas.

50:50, tetap bakal untung. Outbreak untung duit, ga outbreak juga untung banget sehat. Plus, ga perlu repot-repot ambil resiko jadi korban dalam rangka bikin herd immunity, kan? Cukup diam aja di rumah, biarlah yang lain, yang nekat-nekat itu yang melakukan.

Hah? Kenapa saya nulis ini? Tenang saja. Mereka yang mau abai dengan COVID-19 itu ga peduli dan susah dinasehati kok. Disindir dengan tulisan inipun mereka ga akan sadar dan tetap melakukan. Toh mereka tidak bisa dilarang. Kebosanan mereka diam di rumah diatas segala-galanya, mereka pengen keluar. Mereka bahkan mengejek dan menista tenaga medis dengan alasan resiko pekerjaan.

Indonesia terserah, yang logis cuan jalan terus.

« Newer Posts - Older Posts »

Categories

%d bloggers like this: