Posted by: Black_Claw | July 24, 2019

Don’t Ever Think Your Offspring As Financial Things.

My mom and dad used to have this kind of mindset, because my grandparents from both of them have the exact same mindset. They take care their parents until both of my grandparents from both of them passed away. Compared to their siblings and cousins, my mom and dad is rock bottom ranked in terms of economy. If we compare my dad’s job to military service, he is on the same level of a three star general. Yet, even their vehicle is just a motorbike from bank lottery. I’ve been brainwashed with the duty to look after my parents since my toodler days, you know, the great good old east culture way of life and such.

One day, suddenly, they said to me.

“We are wrong, son. Please forgive us.” My mom added an extra, “Oh, and you are free to choose your spouse, from any race, from any religion, or even if you stay single, I am all good with that.” It is so striking for an eastern old type couple to apologize openly and said such things.

That’s why, for their pleasure, I bought them a car.

Posted by: Black_Claw | July 3, 2019

Namida Tyonghwa Powel

Biarlah video ini saja yang menjelaskan.

Posted by: Black_Claw | January 16, 2019

Preman Pensiun

Kemarin malam, anak-anak Warung dapat rezeki nih. Dikasih kesempatan liburan buat screening film #premanpensiun yang #lagiviral itu sama kang Epy Kusnandar. 😊

Ini film kameranya bagus, script writernya oke, dan yang ngedit jago banget. Saya suka caranya yang sering menyampaikan humor lewat potongan-potongan adegan scene yang misah tapi disatuin. Buat yang familiar sama Warkop DKI, ini sama kayak film Warkop DKI yang pas bagian om Kasino kuliah kebidanan, om Indro tehnik sipil, dan om Dono elektronik. Itu lucu banget. 🤣 luar biasa second unit film ini, depan sama belakang layar semuanya jago. 👍

Kalau orang yang nggak ngikutin sinetron Preman Pensiun aja bisa menikmati film ini, apalagi yang ngikutin. Top dah. ☺☺☺

Posted by: Black_Claw | November 12, 2018

Everyday Kachuusha

Saya baru-baru ini rajin ngomong Nippon lagi, soalnya om Robin di Jepang nyuruh saya belajar, biar nggak goblok kalau ngomong. Nah, akhirnya saya ketemu teman ngomong, kenal dari instagram. Anaknya cantik dan baik. Dia menambahkan banyak kosakata baru buat saya. Misalnya Umumumu yang kemarin itu, yang artinya “ga ngerti.”

“Umumumumumumumuuu…”

Hari ini, dengan segenap menahan rasa malu, saya bertanya ke dia. Pertanyaan yang sudah lama saya pendam sejak dulu pas nonton lagu Everyday Kachuushanya AKB48 tahun 2011 yang video klipnya Atsuko Maeda ngebut naik sepeda.

Jadi, Kachuusha itu apa? Pikiran saya dulu langsung terbang ke negara Rusia, Uni Soviet, Karpov, Melankov, Bronkovic, dan semacamnya lah. Karena sesungguhnya lagu itu sangat epik! Coba simak liriknya.

“Kachuusha hazushi nagara. Kimi ga fui ni furikaete. Kaze no naka de hohoemu dake de. Naze ka nani mo ienakunaru yo. Konna omotte iru noni…”

“Kachuusa dilepaskan. Mendadak kau berbalik. Tersenyum dalam angin. Tak ada yang bisa kukatakan. Meski itu terpikirkan.”

Lihat? Lihat? Itu sesuatu yang dilepaskan, kemudian berbalik arah! Ada kehampaan jika melihatnya hingga kau tak mampu berkata-kata! Bisa jadi, Kachuusha itu adalah multiple rocket launcher dahsyat milik Uni Soviet itu, bukan?

 

20181112_105809

 

Ternyata bando.

Older Posts »

Categories

%d bloggers like this: