Posted by: Black_Claw | July 3, 2018

Namida Siapndan

Ibu Sumarni dari Rumah Sakit Marinir ini keren dan baik. Pas ngurusin data saya yang daftar, beliau masih sempat ngomong sambil tangannya cekatan ngurus berkas.

“Mas Farhan hari ini ultah ya? Selamat ya!” Ucapnya tulus, tegas, bernada bahagia, yang serius, ga dibuat-buat.

“Siap ndan, izin.” Jawab saya.

“Kasirnya di sana.” Katanya lagi, sambil tersenyum, dia menyerahkan kartu berobat ke saya. “Jangan lupa hadiahnya…”

Posted by: Black_Claw | May 7, 2018

Do It

Saya sering dikira pribadi yang sporty dan bersemangat karena kaos ini. Padahal, sebenarnya tulisan di kaos ini DO ITashimaste.

Tau hal yang paling menyenangkan bagi saya? Masuk kamar terus tiduran sambil baca buku. #Doit? Doing nothing is more like it.

Saya dari dulu sering kerja di luar. Tapi ya, untuk #sporty dan #semangat menggebu-gebu ala #Nike gitu, saya jauh lah. Mata saya aja kosong kayak ikan mati gini. Naik motor yang menyenangkan buat saya aja, saya malas pake jaket. Jadi ke mana-mana pake kaos doang.

Ja, Nike minna-san tachi, do itashimaste. Kyoskete na, moeruze, ganbaruzo. Ii yo, boku. *kembalimeringkukdikasurpalembang

Posted by: Black_Claw | May 5, 2018

Terserah

Sebenarnya, jawaban paling sederhana dalam kata ‘terserah’ ini jika dianalisa secara mendalam, dingin, dan bodo amat, berdasarkan data yang saya himpun seumur hidup saya selama ini, adalah dia sebenarnya tidak tertarik sama sekali dengan rencana tersebut, tapi tetap ingin terlihat manis dan baik. Kowe ae seng kakehan ngarap temenan cok, dadi malah serba salah. πŸ˜„

Jika dia benaran tertarik, ‘terserah’ ini akan punya bentuk lain meski ‘terserah’. Misalnya…

“Terserah, asal bersamamu.” ~ πŸ’•

Nah, ini, 68% kemungkinan artinya “AKU PENGEN KITA JALAN-JALAN KE LUAR NEGRI.”

Mateng kon cok. 😏

Posted by: Black_Claw | March 29, 2018

ILC 2018, Little Tokyo, Melawai : Teknologi Is Bullshit

Malam ini, saya bertemu dengan seorang kawan lama. Saya bertemu dengannya dulu, sekali, waktu motoran ke Aceh. Melewati kampungnya di Pekanbaru. Dia anak KPLI Pekanbaru. Komunitas Pengguna Linux Pekanbaru. Namanya Anto Kateda.

Jadi, saya dan Anto memutuskan untuk menyelenggarakan ILC 2018 malam itu. Di Little Tokyo.

Anak Linux memang seperti ini. Kamu bisa memasang banner gede bertuliskan ILC, Indonesia Linux Conference. Segudang seminar tentang ngoprek server dan information technology security, dan serangkaian acara berbau teknis lainnya, tapi yakinlah, ILC sebenarnya itu sebenarnya cuma KPLI Meeting.

Sekumpulan orang dari berbagai penjuru, yang nongkrong ngobrol nggak jelas entah sambil ngopi, ngeteh, ngudut, sampe jam 2 pagi.

Dan nggak bahas teknologi informasi sama sekali.

“Jadi apa yang membuat kamu nongol di Jakarta, Nto?” Tanya saya membuka KPLI Meeting.

“Nggak ada, saya iseng.” Jawabnya.

Yoa. Setelah ILC 2017 di warkop random Cilacap dan ILC 2018 di Little Tokyo Melawai, mau di mana ILC 2019 nanti? πŸ˜‰

Older Posts »

Categories

%d bloggers like this: