Posted by: Black_Claw | May 7, 2018

Do It

Saya sering dikira pribadi yang sporty dan bersemangat karena kaos ini. Padahal, sebenarnya tulisan di kaos ini DO ITashimaste.

Tau hal yang paling menyenangkan bagi saya? Masuk kamar terus tiduran sambil baca buku. #Doit? Doing nothing is more like it.

Saya dari dulu sering kerja di luar. Tapi ya, untuk #sporty dan #semangat menggebu-gebu ala #Nike gitu, saya jauh lah. Mata saya aja kosong kayak ikan mati gini. Naik motor yang menyenangkan buat saya aja, saya malas pake jaket. Jadi ke mana-mana pake kaos doang.

Ja, Nike minna-san tachi, do itashimaste. Kyoskete na, moeruze, ganbaruzo. Ii yo, boku. *kembalimeringkukdikasurpalembang

Advertisements
Posted by: Black_Claw | May 5, 2018

Terserah

Sebenarnya, jawaban paling sederhana dalam kata ‘terserah’ ini jika dianalisa secara mendalam, dingin, dan bodo amat, berdasarkan data yang saya himpun seumur hidup saya selama ini, adalah dia sebenarnya tidak tertarik sama sekali dengan rencana tersebut, tapi tetap ingin terlihat manis dan baik. Kowe ae seng kakehan ngarap temenan cok, dadi malah serba salah. πŸ˜„

Jika dia benaran tertarik, ‘terserah’ ini akan punya bentuk lain meski ‘terserah’. Misalnya…

“Terserah, asal bersamamu.” ~ πŸ’•

Nah, ini, 68% kemungkinan artinya “AKU PENGEN KITA JALAN-JALAN KE LUAR NEGRI.”

Mateng kon cok. 😏

Posted by: Black_Claw | March 29, 2018

ILC 2018, Little Tokyo, Melawai : Teknologi Is Bullshit

Malam ini, saya bertemu dengan seorang kawan lama. Saya bertemu dengannya dulu, sekali, waktu motoran ke Aceh. Melewati kampungnya di Pekanbaru. Dia anak KPLI Pekanbaru. Komunitas Pengguna Linux Pekanbaru. Namanya Anto Kateda.

Jadi, saya dan Anto memutuskan untuk menyelenggarakan ILC 2018 malam itu. Di Little Tokyo.

Anak Linux memang seperti ini. Kamu bisa memasang banner gede bertuliskan ILC, Indonesia Linux Conference. Segudang seminar tentang ngoprek server dan information technology security, dan serangkaian acara berbau teknis lainnya, tapi yakinlah, ILC sebenarnya itu sebenarnya cuma KPLI Meeting.

Sekumpulan orang dari berbagai penjuru, yang nongkrong ngobrol nggak jelas entah sambil ngopi, ngeteh, ngudut, sampe jam 2 pagi.

Dan nggak bahas teknologi informasi sama sekali.

“Jadi apa yang membuat kamu nongol di Jakarta, Nto?” Tanya saya membuka KPLI Meeting.

“Nggak ada, saya iseng.” Jawabnya.

Yoa. Setelah ILC 2017 di warkop random Cilacap dan ILC 2018 di Little Tokyo Melawai, mau di mana ILC 2019 nanti? πŸ˜‰

Posted by: Black_Claw | March 6, 2018

Unlimited Bot Works

Pernahkah kamu mendengar DDoS? Akhir-akhir ini di kalangan orang informatika sedang booming #DDoS yang memanfaatkan kelemahan memcached sebuah #sistem. Kamu akan menemukan banyak tulisan tentang itu dengan gampang, jadi lebih baik saya tidak menjelaskan tentang itu. Serangan DDoS banyak ragamnya, dan lewat kelemahan memcached itu salah satunya. Dari semuanya, yang menarik dan membuat hati saya tersentuh setiap mendengar tentangnya ada satu. Dan akan saya ceritakan ke kamu.

DDoS layer empat, SYN flood.

Dalam berkomunikasi, ada banyak lapisan-lapisan yang diistilahkan layer pada sistem informasi komputer. Layer empat ini salah satunya. Serangan DDoS SYN Flood, terjadi pada layer empat, saat rentetan koneksi TCP terjadi.

Dengar, dengar. Ini menarik dan menyentuh. Tahukah kamu, saat komputer kamu terkoneksi dengan sebuah server, facebook misalnya, komputer kamu dan server berkenalan terlebih dahulu? Mereka harus saling mengenal agar halaman pada server bisa ditampilkan di layar komputer kamu. Inilah yang diistilahkan dengan “three-way handshake”, proses kenalan.

Saat koneksi antara #komputer kamu dan server akan dimulai, komputer kamu mengirimkan sebuah SYN request. Memperkenalkan dirinya ke #server, bahwa dirinya ingin memulai koneksi dengan #TCP. Mengetahui hal ini, server akan mengirimkan balasan berupa SYN-ACK ke komputer kamu. Mengetahui hal ini, komputer kamu akan merespon dengan mengirimkan respon #ACK ke Server. Tiga langkah ini sukses, dan koneksi komputer kamu ke server tercipta.

Nah, pada kasus #SYNFlood, komputer kamu mengirimkan #SYN request ke server. Mendengar hal tersebut, server membalasnya dengan respon SYN-ACK ke komputer kamu, kemudian membuka jalur koneksinya, menunggu komputer kamu mengirimkan respon ACK ke server untuk terhubung. Komputer kamu tidak melakukannya, tapi malah mengulang lagi SYN request dengan #IP yang berbeda, IP abal-abal, agar si server mengira ada komputer lain yang ingin terkoneksi.

Server kembali menunggu sambil membuka jalur koneksinya, menunggu respon ACK dari komputermu dengan identitas palsu tersebut, tapi komputermu tidak membalas. Komputermu mengulang hal tersebut dengan IP lain, sehingga server membuka banyak #koneksi tanpa balasan yang akhirnya membuat si server kehabisan koneksi.

Ini sama dengan semisal seseorang yang ngasih kamu kode. Mengetahui itu, harapanmu tumbuh dan kamu membuka hati untuknya. Tapi orang tersebut malah ngediamin kamu.

Kamu diPHPin. Terjebak dalam reality marble. Sama seperti si server. Menyentuh sekali kan? Itulah SYN flood DDoS attack layer empat.

#Cinta tak berbalas…

Older Posts »

Categories

%d bloggers like this: