Posted by: Black_Claw | September 13, 2021

Cara Menanam Kacang Panjang

Tetangga saya yang gemar bercocok tanam selain pak Amir adalah bu Haji. Halaman depan rumahnya penuh dengan berbagai macam tanaman dalam pot. Murah senyum, berkacamata, dan rambutnya putih semua.

Bu Haji orang seberang, logat bicaranya sangat Sumatera sekali. Ampat, dak nampak, bebuah, macamlah, dan bagi saya it is sooo cuteee!

“Kacang Panjangnya uda bebuah, Han?” Sapa bu Haji sekeluarnya saya dari kebun ilegal yang saya bikin di rumah kosong itu. Beberapa minggu yang lalu, pak Amir memberikan bibit Kacang Panjang kemudian Oom Leman menanamnya sana.

“Belum Bu Haji, tapi sudah naik lebih tinggi dari saya.”

“Wah, saya nanam dulu tu, 20 hari uda bebuahnya dia. Cepat. Farhan nyiramnya pakek apa?” Tanya bu Haji.

“Ya, pake air sumur lah bu Haji.” Jawab saya, agak bingung dengan pertanyaannya.

“Ooo. Salah.” Ujar bu Haji tegas, kemudian menambahkan.

“Kalau dulu saya siram pakek duit. Langsung bebuah.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: