Posted by: Black_Claw | January 27, 2007

Ilusi UGM Malem-Malem

kemaren selepas dinas dari Jakarta, saya sempatkan mampir di yogyakarta, dengan terpaksa menggunakan kereta ekonomi, maklon, ga ada hubungan sama sekali ma dinas, jadi sekalian cuti. Kebetulan ada beberapa teman dan junior yang menuntut ilmu di jogja. yah, setidaknya pikiran mereka lebih baik ketimbang saya. Hahahaha!!!

oke, setelah capek digangguin pengamen waria yang 99% maksa dikasih receh (1%-nya ‘sedikit’ maksa) dan karena kebetulan mabok ngedenger Jablay versi baru sehingga saya kasi dia cepek, sampe juga di stasion Lempuyangan. Segera nelpon temen, tapi entah mengapa tiada yang datang.
kemanakah engkau..
huooo..
huooooo…
dan juniorpun belum kunjung tiba, akhirnya, jalan-jalan dulu, satu jam lebih satu stengah jam (brapa jam dong??? Mikir aja ndiri…) kemudian baru deh nyampe 2 anak itu, dengan… SATU MOTOR!!!
terpaksa (saya yang memaksa) agar salah satu dari mereka naek angkot aja yaitu yang jeroan CPUnya saya tewel-tewel keliling Sumbawa, Lombok, Bali, jakarta, Yogyakarta.
nah, pada saat dibonceng dengan junior saya itu, lewatlah kami di depan pintu masuk UGM. saya sendiri belum pernah melihat isi UGm karna kalaupun singgah, gak ke sleman. Ke kota aja, selesai administrasi pergi. Yang saya lihat di depan pintu masuk ugm aneh berat. Gapura pada gerbang dan tembok nama universitas sangat kontras dengan banyaknya orang jualan di kanan dan kirinya. hallaaaahhhh.. Sekloah di indonesia sama aja dari SD. Waktu saya SD seingat saya, SD saya juga begini.
Rupanya, Hape temen saya ga bisa diubung-ubungi. dah dijual kale. hahahahaha! Jadi, seharian saya menghabiskan waktu nunggu temen seangkatan yang tak kunjung tiba di rumah kos junior saya di daerah PULUHDADI.

sorenya akhirnya temen saya datang juga. magrib dah datang, jadi rencana ke kos dia yang di komplek UGM ditunda mpe agak malam,atau lebih tepatnya, malam-malam-malaaaam lagi, dan akhirnya sampe juga malemnya.

akhirnya, dengan dibonceng Supra fit yang dah kelar tebusannya, saya diajak ke kosnya, tapi entah mengapa, sepertinya, beliau sang mahasiswa UGM ini hendak memperlihatkan keseluruhan UGM dikarenakan mungkin kebanggaanya terhadap kampusnya.

Mulanya saya mikir, palingan UGM segimana seh. Saya dah keluar masuk ITB, UI, dan perguruan tinggi yang laen, nama doang yang ada. Legian tadi siang dah lewat depan UGM, depannya aja kayak gitu, fotonya aja yang bagusan.

Tapi saya salah…
UGM waktu malam ternyata Kereeeeeeeeeeeeeeeennnn sekaleeee!!!
mahasiswa lokal menyebutnya Suggoooooooooooooooooooiiii…!!!!
Betul.. saya benar benar ngeliat yang keren, lampu tamannya rapi, gedung-gedung yang megah, pinggir jalan ditanami dengan tumbuhan hijau yang subur, jalan yang sudah bukan aspal (saya rabun1/2 ayam jadi kurang bisa ngeliat baek) mungkin dari paving blok atau di beton yah! dan terutama jalan yang mengarah ke jalan besar apa gitu.. saya lupa namanya. sepanjang jalan ditanami pohon macam cemara (sekali lagi saya rabun 1/2 ayam..) serasa jalan-jalan di kompleks perkantoran di Jakarta yang kecampur ma daerah Puncak! hahahahahaaa!!! belum lagi ada danau dalam daerah kampus yang bersebelahan dengan tempat rusa dipelihara.
Air danau memantulkan lampu-lampu dari bangunan di sekitarnya. keren dah! saya juga sempat melihat ada semacam jembatan layang yang menghubungkan dua fakultas yang berbeda… kedokteran yang megah, semoga pula dokternya.
Di sepanjang jalan yang-MUNGKIN koridor utama yang menghubungkan kampus dengan perumahan banyak terdapat tempat usaha semisal warnet, sate, bahkan ada… OSENG-OSENG MERCON!! Halaaah…
Kemudian ada juga minimarket dalam lingkungan kampus. Lingkungan yang benar-benar besar. Jika dibandingkan dengan ibukota kabupaten tempat saya bertugas sekarang, mungkin tidak sampai setengahnya.

Sempat juga saya menyesal : “BODOH LO! Makanya kuliah! Belagak aje mo kerja bis SMA” Tidak heran, ROY(tm) bener-bener ngotot dia Dosen disini.
Megah sekali, hingga mengingatkan saya pada perguruan mahora di Mahou sensei negima. Weleh-weleeehh…

Singkat cerita, setelah sedikit puas keliling-keliling malam itu, saya nginep di rumah dia. Asekkk… esok paginya, saya bangun pagi lagi… niatnya jalan-jalan, belon puas semalam, tapi…

Entah mengapa, semua air yang saya liat tadi malam tadi jadi COKLAT?? Rumput ijo kekuning-kuningan…??? lampu dan jalan tebel debunya sama? Selagi aneh ngeliatnya, tiba-tiba lewatlah bis bersuara traktor ngebut di depan saya menerbangkan debu sampe saya kejengkan ke semak-semak, dan apa yang saya liat itu?

Itu plastik!
Itu kantung es!
Itu KONDOM!!!
bekas dipake lagi..
tapi.. Saya selalu mencoba mengikuti saran beberapa teman saya yang aktivis, untuk menenangkan diri dan melihat sisi baik, alias HUSNUZHON (ga tau bener pa ga tulisannya). jadi saya berpikir…:
“Mungkin aja tadi malam ada anak2 niup kantong es sambil dipanjang-panjangin terus masukin susu kental manis kedalamnya…”
SAYA TIDAK BISAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!?!?!?!?!!!!!!
saya tidak terima pandangan saya barusan…
jadi yang terus kepikiran…
Apakah UGM semalam hanya halusinasi?
kemanakah perguruan Mahora itu???


Responses

  1. Jyahahahahaa.. emnag rata2 semuanya pada geblek rektor.. Universitas mana2 yang kaya sama aja! Maniaaakkk!!!

    Like

  2. berlebihan lo blek

    seumur2 dsn ane lom prnah liat tuh k****m berserakan ha..ha..ha..

    Like

  3. ITB kalo malam kayak rumah hantu pak

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: