Posted by: Black_Claw | May 6, 2019

Pak Fadli Zon Dan Pengetahuannya Tentang Linux

“40) Sistem yang digunakannya juga sederhana. Operating systemnya menggunakan linux, database mysql, dan program php. Program-program tersebut bahkan bisa diperoleh gratis. #SitungKPUCacat”

Begitu tulis pak Fadli Zon dalam kultwitnya, pukul 9:26 malam, tanggal 4 Mei, tahun 2019.

Jadi begini. Ada banyak tulisan yang bisa mengcounter dengan gampang bahwa GNU/Linux itu aman. Tapi, karena bacanya bakal mumet, saya tulisin yang gampang dingertiin aja, ya.

GNU/Linux dan jeroannya itu, jika sampai bisa tidak aman sekalipun, bukan karena barangnya gratis. Itu karena yang merangkai sistemnya tidak berpengalaman. Google dan facebook yang amannya setengah mampus itu sendiri dibangun dengan barang-barang gratisan ini.

Lah terus kasus akun-akun Google atau Facebook dibajak itu gimana, Blek? Coba ingat-ingat aja. Saya yakin itu akun-akun dibajak mayoritas pake banget karena passwordnya diketahui pihak ketiga. Jadi masuk pake password yang ketauan, bukan memanfaatkan celah sistem.

Yang ingin saya tekankan di sini, sebuah sistem tidak aman itu bukan karena barangnya gratisan. Entah karena yang bangun sistem nggak bagus, atau usernya kurang bijak dalam mempergunakan passwordnya.

Barang gratisan seperti GNU/Linux justru mendapatkan sisi keamanan yang kuat karena gratis. Kenapa? Karena gratis ini yang bikin siapa aja bisa bebas pake, dan kalau nemu yang bolong, dilaporin ke pengembangnya.

Hey, yang gratis bukan cuma programnya lho. Kode mentahan sebelum dijadiin program juga gratis juga kalau mau dilihat. Ini membuat sebuah program bisa dilihat dan dianalisa alur kerjanya dari level mentah oleh siapapun.

Kalau ada yang bo ceng li di barisan kodenya, pasti ketahuan. Kalau ketahuan, pengembangnya bakal gantung diri karena dibully mati-matian.

Jika sebuah perusahaan punya tim audit khusus tentang keamanan programnya, katakanlah satu gedung khusus untuk ngetes programnya aman atau tidak, perangkat lunak bebas dan terbuka seperti GNU/Linux dan kawan-kawannya punya tim lebih besar dari itu.

Timnya satu bola dunia.

Di sini sudah bisa dipastikan bahwa sebuah program itu aman nggaknya nggak ngaruh sama barang itu gratisan atau nggak. Nggak ngaruh deh, bener.

Dan lagi, satu hal yang nyelekit tentang statemen yang dikeluarkan pak Fadli Zon. “Sistem yang digunakannya juga sederhana.”

Pak, dalam dunia sekuritas dan keamanan, semakin sederhana sesuatu, justru semakin susah ditemukan celah buat masuk kecuali dari pintu utama. Kompleksifitaslah justru yang menyebabkan selau ada “jalan” lain. Itu pak, yang menyebabkan brankas tempat bapak nyimpan uang nggak punya jendela. Pintunya satu, aman dan sederhana.

Lain dengan undang-undang di Indonesia yang kompleks, kan pak? “Jalan” lainnya selalu ada.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: